Kamis
22 Oktober 2026 | 2 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, Diana Sasa Gelar Workshop

230823_narkoba_copy_870x511

Pelajar dan mahasiswa terpapar 24%, swasta dan pemerintah 59%, serta populasi umum 17%.

MAGETAN – Prihatin dengan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa, anggota DPRD Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih melaksanakan edukasi pencegahan.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini pun menginisiasi workshop bertema Pencegahan dan Penangggulangan Narkoba di Kalangan Remaja. Acara  digelar di lapangan olahraga SMK Negeri 1 Bendo, Magetan, Rabu (23/8/2023) diikuti ratusan siswa kelas XI dari 9 jurusan.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni Penyidik Seksi Intelijen Bidang Pemberntasan BNNP Jawa Timur, AKBP Wahjudi Santoso, dan Agastya Widhi Harjunadhi dari Sekretariat DPRD Jawa Timur.

“Workshop ini upaya kita untuk membantu mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” kata Diana Sasa.

“Apalagi Jawa Timur baru saja memperbarui Perda Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN,” imbuhnya.

Menurut Diana Sasa, narkotika bentuknya sudah sangat macam-macam, terselubung, dan kadang sukar dibedakan dengan barang konsumsi.

Karena itu, lanjut dia, anak-anak perlu diberikan pengetahuan dan wawasan untuk melakukan pencegahan dimulai dari diri sendiri. Semisal cermat dalam pergaulan.

Mencegah harus sedini mungkin. Sedari dini harus dibekali tentang kalau kena narkoba kerugian besarnya seperti apa. Narkoba bukan solusi,” jelas legislator dari daerah pemilihan Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan ini.

Tak Kenal Pangkat dan Jabatan

BNNP Jawa Timur menyatakan kategori penyalahgunaan berdasarkan pekerjaan. Jumlah pelajar dan mahasiswa yang terpapar narkotika sebanyak 24 persen. Pekerja swasta dan pemerintah 59 persen, dan populasi umum 17 persen.

“Narkoba tak kenal pangkat dan jabatan. Orang baik, orang pintar, berpangkat, dan super baik pun bisa terjerat narkoba,” kata AKBP Wahjudi Santoso.

Ia memaparkan narkoba membuat gangguan jiwa, memperburuk penampilan, kerusakan organ, penyakit parah, kematian, masalah kepribadian ekonomi sosial, dan sanksi hukum.

Pihak SMK Negeri 1 Bendo Magetan dalam workshop menyatakan siap menjadi Duta Antinarkoba. (dav/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Apel Akbar Bersama 2.000 Santri di Lembeyan, Suyatno Sampaikan Semangat Persatuan 

MAGETAN – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat ...
LEGISLATIF

TPA Supit Urang Terbakar, Dewanti Rumpoko Desak Pemkot Malang Lindungi Warga

MALANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendesak Pemerintah Kota Malang ...
LEGISLATIF

PU Fraksi PDI Perjuangan Bojonegoro terhadap APBD 2027: Perluas Lapangan Kerja

BOJONEGORO – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bojonegoro menekankan pentingnya penyusunan Anggaran Pendapatan ...
EKSEKUTIF

Gerakan Pangan Murah di Blitar, Rijanto Ajak Warga Hemat Pengeluaran Keluarga

Bupati Blitar Rijanto mengajak warga memanfaatkan Gerakan Pangan Murah di Gandusari untuk memenuhi kebutuhan ...
LEGISLATIF

70 Ribu Balita Terserang ISPA, Puan Desak Pemerintah Segera Atasi Karhutla

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera menuntaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ...
KRONIK

Sony Serahkan Bantuan Alsintan pada 23 Kelompok Tani, Tegaskan Gratis

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyalurkan bantuan 26 unit alat dan ...