Kamis
22 Januari 2026 | 2 : 54

Cegah Korupsi Jabatan, Hasto Desak Reformasi Sistem Proporsional Terbuka

pdip-jatim-251210-sekjen

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai, sistem proporsional terbuka dalam pemilu menjadi salah satu faktor terbesar yang memicu politik uang, nepotisme, hingga korupsi jabatan.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya di Seminar Nasional Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, sistem proporsional terbuka dalam pemilu membuat kekuasaan ditentukan oleh modal, bukan oleh kualitas kader. Hasto menjelaskan, proses kompetisi yang mahal dalam pemilu membuat banyak calon legislatif terjebak dalam praktik transaksional.

“Hanya yang punya uang besar yang bisa menang. Ini bukan demokrasi yang sehat,” kata Hasto. Dia menegaskan perlunya desain politik yang lebih adil dan antikorupsi.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan telah mengambil posisi tegas dengan membangun mekanisme internal yang menekan politik uang melalui meritokrasi.

Partai menerapkan psikotes, pemetaan politik, hingga seleksi berbasis nilai untuk menentukan calon pemimpin. Sistem itu, jelas dia, telah menurunkan biaya politik secara signifikan.

Hasto juga menyampaikan hasil disertasinya yang menegaskan bahwa kelembagaan partai merupakan faktor terbesar dalam menjaga ketahanan organisasi politik.

Dengan demikian, reformasi sistem politik harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan partai di seluruh Indonesia.

Dalam pidatonya, Hasto menegaskan, korupsi tidak akan hilang bila sistem politik tetap membuka celah kapitalisasi kekuasaan. Dia menyebut bahwa arah reformasi politik ke depan harus memastikan representasi rakyat berjalan tanpa campur tangan modal besar.

Selain itu, Hasto mendesak agar sistem penegakan hukum diperbaiki untuk memastikan tidak ada tekanan kekuasaan terhadap lembaga yudikatif. Pemisahan kekuasaan yang sehat, sebutnya, menjadi syarat dasar demokrasi.

Hasto juga menilai peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia sebagai momentum untuk melakukan koreksi total terhadap arah demokrasi Indonesia. Menurutnya, sistem politik harus diarahkan kembali pada nilai-nilai keadilan sosial sebagaimana diajarkan dalam Pancasila.

Dia pun menyebut partai politik, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus bekerja bersama membangun integritas nasional. “Reformasi politik adalah kunci. Kalau sistemnya benar, pemimpinnya benar,” tutupnya. (red)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Peringatan Isra Mi’raj, Bupati Lukman Ajak ASN Perkuat Iman dan Tingkatkan Pelayanan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan ...
KRONIK

Hosnan PDIP Kritik Wacana Pilkada Lewat DPRD, Nilai Tak Sejalan dengan Demokrasi

SUMENEP – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, menilai wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) ...
KRONIK

Program RTLH Harus Berdampak pada Peningkatan Kualiatas Hidup Masyarakat Sumenep

SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyerahkan secara simbolis bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak ...
LEGISLATIF

DPC dan Fraksi PDIP DPRD Surabaya Gelar Rakor, Buleks: Satukan Garis Perjuangan

SURABAYA – Mengawali tahun 2026, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi (rakor) ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Perda Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam Harus Berpihak pada Rakyat Kecil

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan bahwa Perda tentang Pelindungan dan Pemberdayaan ...
LEGISLATIF

Khamim Tohari Kawal Realisasi Program Rumah Subsidi bagi MBR Kota Batu

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu, Khamim Tohari siap mengawal realisasi program rumah subsidi ...