Minggu
15 Maret 2026 | 4 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Covid-19 di Indonesia, Jokowi: Physical Distancing Paling Pas

pdip-jatim-jokowi-konpers-corona

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan, pihaknya sudah mempelajari matang-matang opsi yang harus diambil dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Hasilnya, physical distancing atau menjaga jarak aman antar warga menjadi opsi yang paling tepat untuk diambil.

“Di negara kita yang paling pas adalah physical distancing, menjaga jarak aman,” kata Jokowi dalam rapat terbatas lewat video conference dengan para gubernur seluruh Indonesia dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Jokowi mengatakan, setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kebijakan itu diambil berdasarkan karakter, budaya dan situasi masyarakat di negara masing-masing.

Dia pun sudah mempelajari kebijakan yang diambil tiap negara dalam menghadapi pandemi akibat virus Corona ini.

“Dari semua negara, ada semuanya, kebijakannya mereka apa, mereka melakukan apa, kemudian hasilnya seperti apa. Semua dari Kementerian Luar Negeri, lewat dubes-dubes yang ada terus kita pantau setiap hari,” kata Jokowi.

Dari situ, Jokowi memutuskan bahwa isolasi wilayah atau lockdown bukan solusi bagi Indonesia. Kebijakan physical distancing atau menjaga jarak aman justru dinilai akan lebih efektif.

Namun, Jokowi menegaskan kebijakan menjaga jarak ini harus diikuti oleh kedisiplinan masyarakat. “Kalau ini bisa dilakukan, kembali lagi saya meyakini bahwa skenario yang telah kita pilih akan memberikan hasil yang baik,” kata dia.

Sejak awal virus Corona mewabah di Indonesia, Presiden Jokowi menegaskan tak pernah berpikiran untuk melakukan lockdown.

Awalnya Jokowi menyerukan social distancing dengan bekerja dan belajar dari rumah, serta beribadah di rumah. Namun, belakangan pemerintah mengganti istilah social distancing itu dengan physical distancing.

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan, pemerintah mengubah istilah social distancing menjadi physical distancing karena tidak sesuai kebudayaan masyarakat.

“Usulan penyebutan social distancing itu dianggap, apa amannya, tidak sesuai dengan budaya kita,” ujar Mahfud dalam konferensi video, Senin (23/3/2020).

Menurut Mahfud, penyebutan social distancing justru seakan-akan menjauhkan kerukunan masyarakat. Namun demikian, pergantian istilah tersebut tak mengubah kebijakan pemerintah dalam upaya meredam penyebaran virus corona.

“Tidak mengubah kebijakan apa-apa, hanya namanya saja,” ucap dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Pererat Solidaritas, DPC Bojonegoro Bagikan Takjil Serentak di 28 Kecamatan

BOJONEGORO — Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten ...
LEGISLATIF

Soroti SPPG Magetan, Diana Sasa: Jika Tak Berbenah, Saya Sidak Setelah Lebaran

MAGETAN – Anggota DPRD Jawa Timur Diana AV Sasa menyoroti operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di ...
KABAR CABANG

Konsolidasi Akbar, DPC Ngawi Buka Puasa Bersama Pengurus PAC hingga Ketua Ranting

NGAWI – Gedung Fatmawati, Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, dipenuhi kader banteng pada Jumat (13/3/2026). ...
KABAR CABANG

Kanang: Antusiasme Warga Bukti Kedekatan PDIP dengan Rakyat di Magetan

MAGETAN – Antusiasme masyarakat mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar keluarga besar PDI Perjuangan ...
KABAR CABANG

Jelang Azan Maghrib, Kader PDIP Kota Kediri Turun ke Jalan Bagikan Sembako

KEDIRI – Menjelang azan Maghrib berkumandang, suasana di depan kantor DPC PDI Perjuangan Kota Kediri di Jalan Teuku ...
SEMENTARA ITU...

Senyum Anak Yatim di Kediri Town Square, Mas Dhito Ajak Pilih Baju Lebaran Sendiri

KEDIRI – Senyum sumringah terlihat di wajah ratusan anak yatim saat memasuki pusat perbelanjaan Kediri Town Square, ...