Jumat
18 September 2026 | 7 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Rijanto: Tanpa Pesantren, Pembangunan Kehilangan Arah Moral

pdip jatim 260326 pemkab blitar ulama 1

BLITAR – Bupati Blitar, Rijanto, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan pembangunan daerah, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga moral dan spiritual masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Rijanto saat melaksanakan kegiatan halal bihalal di sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Blitar, Rabu (25/3/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan ulama pasca Hari Raya Idul Fitri.

“Pondok pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter masyarakat. Ini penting agar pembangunan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ujar Rijanto.

Dalam kegiatan tersebut, Rijanto didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, staf ahli, asisten, Ketua TP PKK, jajaran kepala perangkat daerah, serta unsur Muspika setempat. Kehadiran lengkap jajaran pemerintah ini mencerminkan komitmen memperkuat komunikasi dengan pesantren sebagai pilar penting kehidupan sosial keagamaan.

Adapun kunjungan dilakukan di Pondok Pesantren Al Falah di Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Pondok Pesantren Sirojut Tholibin di Desa Bacem, serta Pondok Pesantren Nurus Salam Lodoyo di Desa Kedungbunder, Kecamatan Sutojayan. Di setiap lokasi, rombongan disambut hangat oleh para pengasuh dan santri.

Rijanto menegaskan, kegiatan halal bihalal ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang memperkuat hubungan antara ulama dan umaro dalam membangun daerah.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa doa dan dukungan para ulama. Halal bihalal ini menjadi ruang menyatukan niat dan kebersamaan,” katanya.

Menurutnya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembinaan nilai kebangsaan, toleransi, dan akhlak. Karena itu, keberadaannya menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter.

Politisi PDI Perjuangan itupun mengajak seluruh elemen pesantren untuk terus bersinergi menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Ke depan tantangan kita tidak ringan. Sinergi ulama dan umaro harus terus diperkuat agar Kabupaten Blitar menjadi daerah yang berdaya, mandiri, dan berjaya,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, diisi dengan doa bersama serta ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan pengasuh pondok pesantren.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap hubungan harmonis yang telah terjalin dapat terus diperkuat, sehingga kolaborasi dengan pesantren semakin solid dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif, berkarakter, dan berkelanjutan. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Ingatkan Anggaran Rp25 M Jalan Kepanjen-Pagak Tak Sekadar Kejar Serapan  

SURABAYA – Anggaran sekitar Rp25 miliar untuk penanganan ruas jalan Kepanjen-Pagak, Kabupaten Malang, mendapat ...
HEADLINE

Asa Beli Sepatu Bocah Duafa Merekah di Konsolidasi PDIP Situbondo

SITUBONDO – Berbagi keberkahan dilakukan sejumlah pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur saat menggelar konsolidasi ...
LEGISLATIF

Eri Irawan: Kampung Pancasila Jadi Jalan Baru Membangun Surabaya Bersama Warga

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Eri Irawan menyebut Kampung Pancasila sebagai jalan baru membangun ...
LEGISLATIF

Erma Susanti: Budaya dan Pariwisata Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

Erma Susanti mendorong budaya dan pariwisata Blitar dikelola berkelanjutan agar tidak sekadar menjadi tontonan, ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Dorong Perda Transportasi Publik Tetapkan Standar Layanan yang Terukur

Diana AV Sasa mendorong Perda Transportasi Publik Terintegrasi memuat standar layanan yang jelas, mulai cakupan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Minta Dindik Jatim Periksa Dugaan Pungutan di SMKN 1 Mojoagung

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono meminta Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim turun langsung ...