Minggu
20 September 2026 | 10 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ngawi Berharap tidak ada Lonjakan Covid Pasca Libur Lebaran

pdip-jatim-eksekutif-200521-ony-anwar-a

NGAWI – Bupati Ony Anwar Harsono berharap tidak ada lonjakan kasus covid-19 pasca libur lebaran kemarin. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan protokol kesehatan di sejumlah tempat wisata, hasilnya berjalan baik.

Menurut Mas Ony, panggilan Bupati Ngawi, potensi kenaikan jumlah positif covid sangat mungkin terjadi. Sebab sebelum dan setelah lebaran banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat.

“Semoga Insyaallah Ngawi tidak ada lonjakan yang signifikan. Kalau meningkat pasti jelas meningkat karena di kegiatan Bulan Ramadan masjid-masjid penuh, lebaran bersilaturahmi, kemudian pariwisata,” ungkap Mas Ony usai mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Pendopo Wedya Graha Ngawi, Kamis (20/5/2021).

Dijelaskan Mas Ony, potensi meningkatnya jumlah positif covid setelah lebaran ini tetap terkontrol. “Meningkat tapi tetap terkontrol, tempat-tempat kuratifnya siap, sehingga bisa mengontrol dan menekan. Tidak terjadi lonjakan kasus yang tajam,” jelasnya.

Sementara itu terkait tetap dibukanya tempat wisata selama libur lebaran, dikatakan Bupati yang diusung oleh PDI Perjuangan ini pelaksanaannya telah sesuai dengan prosedur. Seperti aturan pembatasan pengunjung seluruh tempat wisata di Kabupaten Ngawi.

“Tempat wisata di Kabupaten Ngawi pasca libur lebaran ini terpantau sangat baik,” ungkap Mas Ony.

Pembatasan jumlah pengunjung di tempat wisata sejauh ini telah berjalan maksimal. Disebutkan Mas Ony seperti di Srambang Park jumlah kunjungan hanya 500 hingga 600 pengunjung saat akhir pekan.

“Misalkan Srambang Park, maksimal 500 sampai 600 pengunjung di big time Sabtu dan Minggu, pak Wakil Bupati (Dwi Rianto Djatmiko) juga turun langsung memantau di Museum Trinil dan Monumen Soerjo, saya memantau di wilayah atas dan di Tawun,” ujar Bupati Ngawi.

Menurut Mas Ony keberhasilan membatasi jumlah pengunjung di tempat wisata berkat kinerja tim Gugus Covid di tingkat desa dan yang di sekitar tempat wisata. Untuk itu, dikatakan Mas Ony, hal itu patut untuk diapresiasi.

“Ini berarti kerja dari gugus tugas covid di tingkat desa maupun di kawasan wisata ini bekerja dengan baik, kita patut mengapresiasi gugus tugas tingkat desa dan di tempat wisata yang bisa terus berkomitmen untuk menjaga tidak ada kerumunan di tempat wisata,” ungkap Mas Ony. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Seusai Berlari, Peserta Soekarno Run BWX Disambut Sport Massage Terapis Disabilitas Netra

BANYUWANGI — Kaki pegal dan tubuh yang mulai terasa lelah menjadi hal biasa setelah pelari menyelesaikan lomba. ...
KRONIK

Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Bupati Ipuk: Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator

BANYUWANGI – Gelaran Soekarno Run di Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah pada Minggu (20/9/2026). Event lari ...
UMKM

Pendampingan UMKM Kuliner Tuban; Pentingnya Cerita di Balik Rasa

TUBAN – Bisnis kuliner tak sekadar bagaimana menghadirkan rasa masakan yang istimewa. Cerita di ralik rasa sebuah ...
LEGISLATIF

Mia Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS Kesehatan Pekerja

MALANG — Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperketat ...
KRONIK

Haru Penjaja Tape Anaknya Dikhitankan Kader Banteng dan Sejumlah Komunitas

MAGETAN — Biaya khitan bagi sebagian masyarakat kerap menjadi beban finansial yang tidak ringan, terutama bagi ...
KRONIK

Ketika Lari Menjadi Panggung: Soekarno Run BWX 2026 dan Cerita Kreativitas dari Banyuwangi

PAGI itu, garis start Soekarno Run BWX 2026 tidak hanya dipenuhi pelari. Ada Indonesia yang datang dengan beragam ...