NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengikuti tradisi methil menjelang masa panen di Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Pada kesempatan itu, Bupati Ony mengajak para petani di Ngawi terus menjaga tradisi yang baik.
Metil di Kabupaten Ngawi sudah dilakukan turun temurun. Mulai dari nenek moyang hingga diwariskan kepada generasi penerus saat ini. Tradisi methil masih tetap lestari hingga sekarang.
Di petak lahan sawah masuk Desa Jambangan, Bupati Ony bersama dengan sejumlah unsur Forkopimda Ngawi memetik padi dengan sabit. Padi yang yang telah menguning itu hanya diambil segenggam tangan. Itu menjadi penanda bahwa masa panen segera tiba.
Setelahnya ada doa-doa yang dilangitkan agar pengharapan bisa kembali membumi, turun dengan membawa berkah bagi petani. Dengan hasil tani yang melimpah dan membawa sejahtera.
“Kami ingin setiap menjelang masa panen ada tradisi methil yang dilakukan oleh para petani kita,” kata Bupati Ony, Senin (4/8/2025).
Menurut Bupati Ony, dalam tradisi methil termuat banyak nilai budaya yang tinggi. Bupati Ony berharap, masyarakat Ngawi bisa terus melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh nenek moyang tersebut.
Bupati Kader PDI Perjuangan itu berujar, saat tradisi metil juga terkandung nilai gotong royong, kerukunan, dan saling menolong. Seluruhnya tergambarkan saat pelaksanaan tradisi metil oleh para petani.
“Tradisi methil harus menjadi citra, sesuatu yang khas dari wilayah Kabupaten Ngawi yang juga menjadi daerah lumbung pangan,” ujarnya.
Bupati Ony berujar, ada semacam hukum sebab akibat apabila menjaga dan merawat budaya baik. Lewat tradisi metil yang terus lestari, kerukunan masyarakat dapat terjaga. Para petani akan tumbuh rasa kasih mengasihi. Termasuk rasa gotong royong yang akan terus terjaga.
“Maka ketika kerukunan masyarakat terjaga dengan baik, guyub rukun, akhirnya Allah SWT menjadi ridho sehingga produksi petani kita tetap terjaga. Alam ikut mendukung kita,” tandasnya. (and/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












