TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Maryoto Birowo minta seluruh guru di Kabupaten Tulungagung menguasai information technology (IT) di era revolusi industri 4.0. Termasuk tenaga guru yang saat ini tengah mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Bagi tenaga guru sukarelawan yang sudah berumur dan ikut seleksi PPPK harus pintar IT. Tidak bisa tidak, guru harus pintar IT agar tidak tertinggal,” tandas Maryoto, saat melakukan peninjauan pelaksanaan ujian PPPK hari pertama di SMKN 2 Boyolangu, Senin (13/9/2021).
Menurut dia, guru sekarang harus mau belajar terus. Termasuk belajar teknologi informasi. “Sekarang saja siswa-siswa semua sudah pintar IT. Masak gurunya tidak,” tuturnya.
Selanjutnya, kader PDI Perjuangan ini berharap dengan pelaksanaan ujian PPPK saat ini akan membuat tenaga guru sukarelawan atau guru honorer di Kabupaten Tulungagung semakin berkurang.
“Kami berharap tenaga guru sukarela terus berkurang. Saat ini pun kami terus mengajukan penambahan tenaga PPPK untuk tahun depan,” ungkap Maryoto.

Dia mengakui tenaga guru sukarelawan di Kabupaten Tulungagung relatif banyak. Masih ada sekitar 1.800 guru SD dan SMP yang belum berstatus ASN, meski nanti ada penambahan tenaga PPPK sebanyak 846 orang.
“Karena itu, kami ingin nanti semua guru sukarelawan habis dan menjadi ASN semua. Seperti tahun 2006 sampai tahun 2009 lalu semua GTT sebanyak 2.118 diangkat sebagai PNS. Kami hafal karena dulu menjabat sebagai Kepala Diknas Kabupaten Tulungagung,” ujar kader PDI Perjuangan ini.
Menurut Maryoto, jumlah peserta ujian PPPK di Kabupaten Tulungagung mencapai sekitar 4.000 orang. Mereka memperebutkan 846 formasi tenaga pendidikan SD dan SMP, serta 426 formasi tenaga pendidikan SMA dan SMK.
Sesuai jadwal, ujian PPPK akan berlangsung sampai Jumat (17/9/2021) dengan dua sesi pagi serta siang. Dan untuk lokasi tempat pelaksanaan ujian di lima sekolah, yakni SMAN 1 Kedungwaru, SMAN 1 Ngunut, SMKN 1 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu dan SMKN 3 Boyolangu.
Pelaksanaan ujian PPPK juga dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Selain tempat ujian setiap saat dilakukan sterilisasi dengan disinfektan, para peserta juga harus menerapkan 5 M. (atu/pr)