Jumat
10 Juli 2026 | 3 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Maryoto: Tidak Bisa Tidak, Guru Harus Pintar IT!

pdip-jatim-210913-maryoto-tes-peg-kontrak

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Maryoto Birowo minta seluruh guru di Kabupaten Tulungagung menguasai information technology (IT) di era revolusi industri 4.0. Termasuk tenaga guru yang saat ini tengah mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Bagi tenaga guru sukarelawan yang sudah berumur dan ikut seleksi PPPK harus pintar IT. Tidak bisa tidak, guru harus pintar IT agar tidak tertinggal,” tandas Maryoto, saat melakukan peninjauan pelaksanaan ujian PPPK hari pertama di SMKN 2 Boyolangu, Senin (13/9/2021).

Menurut dia, guru sekarang harus mau belajar terus. Termasuk belajar teknologi informasi. “Sekarang saja siswa-siswa semua sudah pintar IT. Masak gurunya tidak,” tuturnya.

Selanjutnya, kader PDI Perjuangan ini  berharap dengan pelaksanaan ujian PPPK saat ini akan membuat tenaga guru sukarelawan atau guru honorer di Kabupaten Tulungagung semakin berkurang.

“Kami berharap tenaga guru sukarela terus berkurang. Saat ini pun kami terus mengajukan penambahan tenaga PPPK untuk tahun depan,” ungkap Maryoto.

Dia mengakui tenaga guru sukarelawan di Kabupaten Tulungagung relatif banyak. Masih ada sekitar 1.800 guru SD dan SMP yang belum berstatus ASN, meski nanti ada penambahan tenaga PPPK sebanyak 846 orang.

“Karena itu, kami ingin nanti semua guru sukarelawan habis dan menjadi ASN semua. Seperti tahun 2006 sampai tahun 2009 lalu semua GTT sebanyak 2.118 diangkat sebagai PNS. Kami hafal karena dulu menjabat sebagai Kepala Diknas Kabupaten Tulungagung,” ujar kader PDI Perjuangan ini.

Menurut Maryoto, jumlah peserta ujian PPPK di Kabupaten Tulungagung mencapai sekitar 4.000 orang. Mereka memperebutkan 846 formasi tenaga pendidikan SD dan SMP, serta 426 formasi tenaga pendidikan SMA dan SMK.

Sesuai jadwal, ujian PPPK akan berlangsung sampai Jumat (17/9/2021) dengan dua sesi pagi serta siang. Dan untuk lokasi tempat pelaksanaan ujian di lima sekolah, yakni SMAN 1 Kedungwaru, SMAN 1 Ngunut, SMKN 1 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu dan SMKN 3 Boyolangu.

Pelaksanaan ujian PPPK juga dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Selain tempat ujian setiap saat dilakukan sterilisasi dengan disinfektan, para peserta juga harus menerapkan 5 M. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Kota Madiun Soroti Membengkaknya SiLPA di Tengah Efisiensi Anggaran

MADIUN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menanyakan membengkaknya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) ...
HEADLINE

Terima Grand Collar Timor-Leste, Megawati: Persahabatan Indonesia-Timor-Leste Harus Terus Terjaga Lintas Generasi

Megawati Soekarnoputri menerima penghargaan tertinggi Timor-Leste dan menegaskan Grand Collar menjadi simbol ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Evaluasi OPD dengan SiLPA Tinggi, Pastikan APBD Tepat Sasaran

DPRD Surabaya akan mengevaluasi OPD dengan SiLPA APBD 2025 yang tinggi untuk memastikan penyerapan anggaran efektif ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi: Diklatsar Banser Harus Cetak Kader Disiplin dan Setia kepada Negara

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi menegaskan Diklatsar Banser harus menjadi momentum ...
EKSEKUTIF

2027, Pemkab Lamongan Fokus Pemerataan Infrastruktur Dasar

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan secara resmi menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Segera Selesaikan 9 Temuan BPK Terkait APBD 2025

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mendesak pemerintah kabupaten ...