Selasa
25 Agustus 2026 | 4 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Maryoto: Tidak Bisa Tidak, Guru Harus Pintar IT!

pdip-jatim-210913-maryoto-tes-peg-kontrak

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Maryoto Birowo minta seluruh guru di Kabupaten Tulungagung menguasai information technology (IT) di era revolusi industri 4.0. Termasuk tenaga guru yang saat ini tengah mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Bagi tenaga guru sukarelawan yang sudah berumur dan ikut seleksi PPPK harus pintar IT. Tidak bisa tidak, guru harus pintar IT agar tidak tertinggal,” tandas Maryoto, saat melakukan peninjauan pelaksanaan ujian PPPK hari pertama di SMKN 2 Boyolangu, Senin (13/9/2021).

Menurut dia, guru sekarang harus mau belajar terus. Termasuk belajar teknologi informasi. “Sekarang saja siswa-siswa semua sudah pintar IT. Masak gurunya tidak,” tuturnya.

Selanjutnya, kader PDI Perjuangan ini  berharap dengan pelaksanaan ujian PPPK saat ini akan membuat tenaga guru sukarelawan atau guru honorer di Kabupaten Tulungagung semakin berkurang.

“Kami berharap tenaga guru sukarela terus berkurang. Saat ini pun kami terus mengajukan penambahan tenaga PPPK untuk tahun depan,” ungkap Maryoto.

Dia mengakui tenaga guru sukarelawan di Kabupaten Tulungagung relatif banyak. Masih ada sekitar 1.800 guru SD dan SMP yang belum berstatus ASN, meski nanti ada penambahan tenaga PPPK sebanyak 846 orang.

“Karena itu, kami ingin nanti semua guru sukarelawan habis dan menjadi ASN semua. Seperti tahun 2006 sampai tahun 2009 lalu semua GTT sebanyak 2.118 diangkat sebagai PNS. Kami hafal karena dulu menjabat sebagai Kepala Diknas Kabupaten Tulungagung,” ujar kader PDI Perjuangan ini.

Menurut Maryoto, jumlah peserta ujian PPPK di Kabupaten Tulungagung mencapai sekitar 4.000 orang. Mereka memperebutkan 846 formasi tenaga pendidikan SD dan SMP, serta 426 formasi tenaga pendidikan SMA dan SMK.

Sesuai jadwal, ujian PPPK akan berlangsung sampai Jumat (17/9/2021) dengan dua sesi pagi serta siang. Dan untuk lokasi tempat pelaksanaan ujian di lima sekolah, yakni SMAN 1 Kedungwaru, SMAN 1 Ngunut, SMKN 1 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu dan SMKN 3 Boyolangu.

Pelaksanaan ujian PPPK juga dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Selain tempat ujian setiap saat dilakukan sterilisasi dengan disinfektan, para peserta juga harus menerapkan 5 M. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Kejar Manajemen Talenta ASN, 121 Pejabat Baru Bisa Kembali Dimutasi 6 Bulan Lagi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengejar manajemen talenta ASN. Sebanyak 121 pejabat yang baru dilantik ...
KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...