Sabtu
23 Mei 2026 | 4 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ipuk Cek Kawasan Hulu dan Minta Pihak Terkait Antisipasi Potensi Banjir

PDIP-Jatim-Ipuk-Fiestiandani-19122024.

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek tiga titik lokasi kawasan hulu untuk antisipasi risiko potensi banjir, Rabu (18/12/2024). Ketiga lokasi tersebut, antara lain, lokasi pelepasan kawasan hutan di sekitar erek-erek, kawasan Perkebunan Kalibendo, dan Perkebunan Lidjen.

“Tiga kawasan hulu ini menjadi perhatian kami karena saat ini sudah masuk musim penghujan. Jadi, sudah harus memitigasi risiko bencana banjir,” ujar Ipuk.

Kawasan erek-erek di Kecamatan Licin berisiko sebab menjadi area pembangunan sutet Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT Medco Cahaya Geothermal.

Tebangan-tebangan kayu bekas pembangunan sutet yang belum disingkirkan berpotensi untuk menghambat aliran air. Material kayu juga bisa saja terbawa aliran hingga ke sungai apabila tak segera disingkirkan.

Ipuk mengatakan, pihak Perhutani dan Medco siap duduk bersama untuk menindaklanjuti hasil peninjauan itu. Pihak perusahaan rencananya akan menyingkirkan kayu tebangan agar tak menghambat aliran air. Sementara pihak Perhutani akan turut mengawasinya.

“Kami minta segera dilakukan. Tadi sudah ada evaluasi, pihak Medco siap menindaklanjuti,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara di kawasan Perkebunan Kalibendo, Ipuk sempat menegur pengelola karena adanya pembukaan lahan, yang bisa berpotensi banjir.

“Kami minta dinas dan pihak terait untuk segera melakukan langkah-langkah antitipasi. Kami juga telah memberikan teguran resmi,” tutur Ipuk.

Sementara di kawasan Perkebunan Lidjen, kondisinya relatif aman. Tak ada perubahan komposisi tanaman maupun lahan.

Ipuk mengatakan, pihaknya ingin memastikan agar kawasan hulu aman dari risiko banjir, sehingga warga Banyuwangi yang berada di sekitar kawasan aliran sungai dan hilir bisa terhindar dari ancaman banjir bandang.

Sementara itu, Kepala KPH Banyuwangi Barat, Muchlisin, mengatakan Perhutani sudah meminta agar perusahaan mengeluarkan kayu-kayu bekas tebangan di hutan produksi. Hal itu agar tidak memunculkan masalah sosial maupun lingkungan.

Ia menyebut, pembersihan kayu bekas tebangan di hutan produksi telah mencapai 95 persen.

“Untuk di hutan lindung juga sama langkah-langkahnya. Hanya saja, bekas tebangan tidak bisa dimanfaatkan karena hutan lindung. Yang penting bagaimana agar kayu-kayu itu tidak menutup saluran air sehingga menyebabkan banjir,” terangnya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Jelang Iduladha 2026, PDI Perjuangan Jatim Distribusikan Hampir 500 Ekor Sapi ke Seluruh DPC

SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyampaikan bahwa partainya akan menyalurkan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Siswa Boarding School Gratis di Kediri Tetap Dapat Akses Beasiswa Kuliah

Mas Dhito memastikan lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School tetap mendapat akses beasiswa kuliah sebagai ...
EKSEKUTIF

Pameran Pendidikan Lamongan 2026, Wabup Dirham Sampaikan IPM di Atas Rata-rata Nasional

LAMONGAN – Pameran Pendidikan Lamongan 2026 Dibuka, Mas Dirham mengapresiasi semua insan pendidikan dan stakeholder ...
KRONIK

Hangat dan Akrab, Megawati Bertemu Sri Sultan HB X di Kraton Jogja

Megawati Soekarnoputri dan Sri Sultan HB X menggelar pertemuan hangat selama 3,5 jam di Kraton Yogyakarta dengan ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Dorong Pemkab Bangun Edukasi Sampah Rumah Tangga

Krisis sampah Jember capai 1.300 ton/hari. Anggota DPRD Jember Tabroni desak Pemkab bangun edukasi sampah dari ...
KRONIK

Sidak Pelaksanaan Haji, Ansari PDIP Minta Jemaah Aktif Koordinasi dan Laporkan Keluhan Pelayanan

MEKKAH – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta para jemaah untuk aktif menjalin koordinasi ...