Jumat
04 April 2025 | 3 : 42

Bu Risma Silaturahmi dengan Seratusan Perajin Tempe dan Tahu di Ngawi

IMG-20241014-WA0068_copy_704x458

NGAWI – Calon Gubernur Jawa Timur Tri Rismaharini bersilaturahmi dengan perajin tempe di Kabupaten Ngawi. Di Desa Karang Tengah Prandon, Ngawi, Bu Risma mendengar keluh kesah seratusan perajin tempe, pada Senin (14/10/2024).

Tiba di lokasi, Bu Risma disambut seratusan perajin tempe. Calon Gubernur Jawa Timur yang diusung oleh PDI Perjuangan tersebut disambut yel-yel yang pada intinya membawa harapan agar Bu Risma berhasil menjadi Jatim 1 pada Pilkada Serentak 27 November 2024 nanti.

Di lokasi pertemuan, Bu Risma langsung membaur akrab dengan masyarakat. Bu Risma hadir didampingi oleh Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngawi Ony-Antok duduk lesehan sama seperti halnya para peserta.

Di hadapan perajin tempe, Bu Risma banyak mendengar keluh kesah warga. Selain itu, Bu Risma juga menyampaikan kisah-kisah sukses para pelaku UMKM yang dia dampingi, sebagai motivasi.

Keluh kesah yang diutarakan kepada Bu Risma seputar harapan warga agar mantan Mensos tersebut membantu mengembangkan UMKM di Ngawi.

Para perajin, juga mengeluhkan soal bahan baku tempe yakni kedelai. Selain itu, perajin juga ingin dibantu soal pemasaran.

Kepada para perajin tempe, Bu Risma ingin usaha mereka naik kelas. Bu Risma berharap para perajin memiliki inovasi sehingga menjadi daya ungkit perekonomian mereka.

“Modal bukan satu-satunya. Yang penting adalah semangatnya dan tahu cara memasarkan produknya,” kata Bu Risma.

Desa Karang Tengah Prandon dikenal sebagai sentra industri tempe di Kabupaten Ngawi. Mayoritas masyarakat setempat, memiliki usaha di bidang produksi tempe, serta produk turunannya. Seperti halnya kripik tempe dan lain sebagainya.

Terkait kampung sentra industri tempe tersebut, Bu Risma mendorong diversifikasi produk. Bu Risma memandang, jika produksi warga homogen, maka akan menimbulkan persaingan yang berat.

Menurut Bu Risma, diversifikasi produk menjadi kompromi terbaik. Dengan adanya diversifikasi produk olahan, maka akan membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Kalau usahanya sama semua, sementara pembeli tidak dibesarkan, itu susah untuk bersaing. Maka tadi saya sampaikan ke Pak Ony, agar dibuat diversifikasi produk. Misalnya kering tempe, sambel tempe, yang bisa dipacking. Sehingga akan ada market yang berbeda,” ucap Bu Risma.

Sementara itu, Endita salah satu perajin tempe kripik berharap, Bu Risma setelah menjadi Gubernur Jawa Timur bisa membantu pengembangan UMKM. Soal keluhan yang diutarakan kepada Bu Risma, Endita mengaku lega dan terjawab semua.

“Keluhan kami sudah terjawab oleh Bu Risma. Salah satunya terkait Bu Risma yang akan membantu pemasaran produk UMKM kami,” terang Endita salah satu perajin tempe di Kabupaten Ngawi. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Open House Bupati Banyuwangi, Sejumlah Teman Difabel Berbagi Inspirasi Kesuksesan

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar open house di Pendopo Sabha Swagatha, Kamis ...
KRONIK

Catat, Ini Tanggal dan Tempat Gelaran Festival Ketupat Sumenep 2025

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan menggelar Festival Ketupat 2025 pada Senin, 7 April 2025, di ...
KRONIK

Diaspora Banyuwangi Kumpul Harumkan Tanah Kelahiran dan Kuatkan Solidaritas

BANYUWANGI – Ratusan perantau asal Banyuwangi berkumpul melepas kangen akan tanah kelahiran dalam Festival Diaspora ...
HEADLINE

Kada PDI Perjuangan yang Absen di Retret Gelombang I, Megawati Instruksikan Ikut Gelombang II

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memerintahkan para kepala daerah dari partai berlambang ...
KRONIK

Rencana Pertemuan Megawati-Prabowo, Jubir PDI Perjuangan: Bicarakan Masalah Bangsa

JAKARTA – Hubungan personal Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto dinilai ...
SEMENTARA ITU...

Instruksi Eri Cahyadi Pasca Lebaran: Perketat Pengawasan dan Pendataan Pendatang Baru

SURABAYA – Pemkot Surabaya mengambil langkah tegas dalam mengantisipasi gelombang urbanisasi pasca Idul Fitri 2025. ...