Jumat
07 Agustus 2026 | 5 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Brida Surabaya Resmi Mandiri, Pembangunan Kota Mulai Berbasis Riset

pdip jatim 251027 ec

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mengoperasikan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) sebagai perangkat daerah mandiri mulai Januari 2026. Kebijakan ini menandai perubahan arah pembangunan kota menuju kebijakan berbasis riset dan inovasi.

Brida berdiri terpisah dari Bappedalitbang yang kini bertransformasi menjadi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dengan pemisahan tersebut, seluruh urusan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan inovasi daerah berada di bawah koordinasi Brida.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, pembentukan Brida merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab persoalan kota yang semakin kompleks.

“Mulai 2026, pembangunan tidak boleh lagi berbasis kebiasaan tahunan. Setiap kebijakan dan penggunaan APBD harus berangkat dari riset dan data,” kata Eri Cahyadi, Selasa (20/1/2026).

Salah satu kebijakan awal Brida adalah penggabungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebun Raya Mangrove ke dalam struktur Brida. Dengan langkah ini, kawasan Mangrove Gunung Anyar dan Wonorejo diarahkan menjadi pusat riset konservasi dan mitigasi perubahan iklim, tidak hanya sebagai destinasi wisata.

Kepala Brida Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, integrasi tersebut sesuai mandat ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). “Kebun Raya Mangrove kami dorong menjadi pusat studi karbon biru atau blue carbon sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim,” ujar Agus.

Dia menambahkan, Surabaya diproyeksikan menjadi proyek percontohan nasional kota pesisir dalam pemanfaatan ekosistem mangrove untuk mitigasi krisis iklim.

Selain itu, Brida juga berfungsi sebagai penghubung antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat agar hasil riset dapat diterapkan secara nyata. Pola kolaborasi dikembangkan dari konsep Pentahelix menjadi Heptahelix dengan melibatkan komunitas dan pengguna sebagai bagian dari ekosistem inovasi.

Pemkot Surabaya menetapkan tiga target utama melalui Brida, yakni penyelesaian persoalan perkotaan melalui riset terapan, pengembangan Kebun Raya Mangrove sebagai living laboratory, serta pembangunan ekosistem riset terintegrasi agar hasil penelitian dapat dihilirisasi menjadi kebijakan dan produk ekonomi.

Brida Surabaya resmi terbentuk pada 2 Januari 2026. Wali Kota Eri Cahyadi menunjuk Agus Imam Sonhaji sebagai Kepala Brida Surabaya pertama dengan mandat mengoordinasikan seluruh kebijakan riset dan inovasi daerah. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Silaturahmi dengan Keluarga Besar MAN Sumenep, Hj. Ansari: Suara Para Guru Sangat Penting

SUMENEP – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, melakukan kunjungan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, pada ...
EKSEKUTIF

Tekan Timbulan Sampah ke TPA Benowo, Eri Cahyadi Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota ...
KRONIK

Hj. Ansari Tegaskan Peran Penting P2K2, Ajak Keluarga Prioritaskan Pendidikan Anak

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mengatakan bahwa Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga ...
SEMENTARA ITU...

Mas Dhito Beri Beasiswa dan Peralatan Las untuk Peraih Emas LKS Nasional 2026

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi dan peralatan las kepada Moh. ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Targetkan Komisi Disabilitas Pertama di Indonesia Terbentuk Agustus 2026

DPRD Jawa Timur menargetkan pembentukan Komisi Disabilitas pertama di Indonesia melalui penyelesaian Raperda ...
PEREMPUAN

PWI Gresik Nobatkan Nila Yani Jadi Tokoh Inspiratif Penggerak UMKM

GRESIK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gresik-Lamongan, Nila Yani Hardiyanti dikenal sebagai wakil rakyat yang ...