Kamis
30 April 2026 | 2 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Brida Surabaya Resmi Mandiri, Pembangunan Kota Mulai Berbasis Riset

pdip jatim 251027 ec

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mengoperasikan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) sebagai perangkat daerah mandiri mulai Januari 2026. Kebijakan ini menandai perubahan arah pembangunan kota menuju kebijakan berbasis riset dan inovasi.

Brida berdiri terpisah dari Bappedalitbang yang kini bertransformasi menjadi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dengan pemisahan tersebut, seluruh urusan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan inovasi daerah berada di bawah koordinasi Brida.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, pembentukan Brida merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab persoalan kota yang semakin kompleks.

“Mulai 2026, pembangunan tidak boleh lagi berbasis kebiasaan tahunan. Setiap kebijakan dan penggunaan APBD harus berangkat dari riset dan data,” kata Eri Cahyadi, Selasa (20/1/2026).

Salah satu kebijakan awal Brida adalah penggabungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebun Raya Mangrove ke dalam struktur Brida. Dengan langkah ini, kawasan Mangrove Gunung Anyar dan Wonorejo diarahkan menjadi pusat riset konservasi dan mitigasi perubahan iklim, tidak hanya sebagai destinasi wisata.

Kepala Brida Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, integrasi tersebut sesuai mandat ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). “Kebun Raya Mangrove kami dorong menjadi pusat studi karbon biru atau blue carbon sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim,” ujar Agus.

Dia menambahkan, Surabaya diproyeksikan menjadi proyek percontohan nasional kota pesisir dalam pemanfaatan ekosistem mangrove untuk mitigasi krisis iklim.

Selain itu, Brida juga berfungsi sebagai penghubung antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat agar hasil riset dapat diterapkan secara nyata. Pola kolaborasi dikembangkan dari konsep Pentahelix menjadi Heptahelix dengan melibatkan komunitas dan pengguna sebagai bagian dari ekosistem inovasi.

Pemkot Surabaya menetapkan tiga target utama melalui Brida, yakni penyelesaian persoalan perkotaan melalui riset terapan, pengembangan Kebun Raya Mangrove sebagai living laboratory, serta pembangunan ekosistem riset terintegrasi agar hasil penelitian dapat dihilirisasi menjadi kebijakan dan produk ekonomi.

Brida Surabaya resmi terbentuk pada 2 Januari 2026. Wali Kota Eri Cahyadi menunjuk Agus Imam Sonhaji sebagai Kepala Brida Surabaya pertama dengan mandat mengoordinasikan seluruh kebijakan riset dan inovasi daerah. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dewan dan Tim Medis di Magetan Jenguk Pasien Kecelakaan Kerja 11 Tahun Lalu, Sarankan Mau Dirujuk

MAGETAN – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan Suyono Wiling bersama tim Medis RSUD dr. Sayidiman mendatangi ...
LEGISLATIF

Ina Ammania Minta Dana Haji Tak Diinvestasikan ke Proyek Jangka Panjang

Ina Ammania minta BPKH tidak menempatkan dana haji pada investasi jangka panjang demi menjaga likuiditas dan ...
KRONIK

Hj. Ansari Sosialisasikan Pengelolaan Dana Haji, untuk Memberikan Manfaat pada CJH

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menghadiri Forum Keuangan Haji bertema “Membangun Kepercayaan, ...
KRONIK

Yogi Sukses Budidaya Lele, Bupati Ipuk: Inspirasi bagi Anak-Anak Muda

BANYUWANGI – Yogi Deri Hendrawan (31), pemuda Desa/Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, sukses budidaya lele dengan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Blitar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan, Antisipasi Dampak El Nino

Pemkab Blitar perkuat kesiapsiagaan hadapi kekeringan akibat El Nino dengan distribusi air dan strategi pertanian. ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Dorong Pansus Hak Angket Terkait Dugaan Pelanggaran Perjalanan Dinas

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang dorong pembentukan Pansus Hak Angket untuk telusuri dugaan pelanggaran perjalanan ...