Jumat
14 Agustus 2026 | 5 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Berbagai Karya Inovasi Teknolongi Karya Pelajar Banyuwangi Tampil di Peringatan Hardiknas

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-02052025.

BANYUWANGI – Penerapan pendidikan berbasis kreativitas di Banyuwangi menjadikan para pelajar mengembangkan hobi dan kreativitasnya. Seperti yang terlihat dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (2/5/2025).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bekerjasama dengan Profesor Yohanes Surya, memberikan pelatihan dan pengajaran sains kepada guru dan anak-anak Banyuwangi melalui program Smart Gasing.

Hasilnya banyak pelajar Banyuwangi menciptakan karya inovasi teknolongi. Seperti karya Farras Setyo Akbar, siswa kelas 8 SMPN 1 Banyuwangi.

Terinspirasi dari film bertema rumah futuristik, Farras membuat perangkat smart home berbasis suara.

“Selain untuk kenyamanan, alat ini juga dilengkapi sensor pendeteksi gempa dan kebakaran. Jadi bisa sekaligus untuk keselamatan rumah,” ujarnya.

Sistem ini juga dilengkapi fitur timer dan mampu dikendalikan jarak jauh lewat smartphone karena telah berbasis Internet of Things (IoT).

“Perangkat ini bisa mengendalikan kipas angin, AC, lampu, bahkan membuka pintu dan garasi secara otomatis hanya dengan perintah suara melalui Google Voice,” jelas Farras.

Melalui kegiatan ekstrakurikuler robotika di sekolahnya, Farras mempelajari bahasa pemrograman dan berhasil merancang prototipe smart home ini hanya dalam dua minggu.

Inovasi lain datang dari Rayhan Dwi, siswa kelas 11 jurusan Teknik Elektronika SMKN 1 Glagah, yang memamerkan mesin 2D printing berbasis laser. Mesin ini mampu memotong dan membentuk desain custom berbahan akrilik dan triplek dalam waktu kurang dari 10 menit.

“Akurasi mesinnya mencapai 95 persen. Jadi, sangat bisa diandalkan untuk produksi benda seperti plakat, gantungan kunci, dan piala,” ujar Rayhan.

Ada pula karya siswa dari SMKN 1 Banyuwangi yang menampilkan Mesin Pencacah Pakan Ternak, Kompor Berbahan Bakar Oli Bekas, hingga Mesin Penggilingan. Beberapa di antaranya bahkan telah dijual dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar.

Bupati Ipuk mengatakan, pendidikan di Banyuwangi tidak semata-mata menitikberatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas dan inovasi siswa.

“Alhamdulilah, anak-anak Banyuwangi mampu bekreativitas dan menciptakan karya-karya yang unik dan menarik. Selain itu, banyak siswa Banyuwangi meraih prestasi internasional,” ujar Ipuk.

“Sesuai arahan bapak presiden, pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tapi juga karakter dan kreativitas. Anak-anak harus didorong untuk berani mencari tahu dan belajar dari lingkungannya,” tambahnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menekankan pentingnya peran bersama dalam membangun sistem pendidikan yang berpihak pada murid. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...