Senin
12 Oktober 2026 | 11 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Basarah: Pancasila Tak Bertentangan dengan Ajaran Islam

pdip-jatim-basarah-280421-1

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menegaskan, Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Menurut Basarah, Pancasila sesungguhnya hasil kesepakatan dan persetujuan ijtihad para alim ulama pendiri bangsa.

Basarah menyatakan jika ada yang kelompok yang menyebut Pancasila sebagai produk tagut, kafir dan bertentangan dengan ajaran Islam, maka sesungguhnya terjadi penistaan terhadap ijtihad para alim ulama.

“Para alim ulama yang menurut saya keulamaannya, pengetahuan keilmuannya tentang Islam tentu sangat dalam, mau menerima Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pancasila itu bukan nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam,” kata Basarah, Selasa (27/4/2021).

Sebelumnya, Basarah telah menyampaikan hal itu saat diskusi Empat Pilar MPR bertajuk “Menangkal Penyusupan Paham Ekstremisme di Kalangan Kaum Muda” di gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Wakil rakyat dari dapil Malang Raya ini pun menyoroti keterlibatan generasi muda dalam aksi bom bunuh diri. Menurutnya, kaum muda memang rentan dipengaruhi untuk melancarkan aksi teror, karena umumnya memiliki jiwa militan yang sangat kuat.

Basarah menambahkan, anak-anak muda itu ditanamkan keyakinan bahwa semua yang dari Barat adalah kafir dan tagut, termasuk soal demokrasi dan Pancasila. Basarah menuturkan selama kurun 2000-2020, tercatat 553 serangan teror di wilayah NKRI.

Artinya, rata-rata setiap bulan terjadi dua kali aksi teror dalam dua puluh tahun terakhir.

Dari jumlah tersebut, Basarah menyatakan, beberapa pelakunya tergolong masih muda. Mulai dari Nana Ikhwan Maulana (20 tahun), pelaku bom bunuh diri di hotel Ritz-Carlton pada 2009 hingga Zakiah Aini (26 tahun) pelaku teror di Mabes Polri pada 2021.

Dia pun mengutip pernyataan mantan pelaku bom Bali, Ali Imron dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ali Imron hanya membutuhkan waktu dua jam untuk mengubah seseorang menjadi teroris. Namun, menyadarkan teroris membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Inilah salah satu alasan mengapa banyak generasi milenial terpapar radikalisme,” kata Basarah.

Sementara itu Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, dahulu aksi ekstremisme didorong oleh faktor ekonomi dan kesejahteraan.

Kini, menurut Mu’ti alasan tersebut sudah bergeser menjadi persoalan ideologi, demokrasi dan politik. Keterlibatan generasi milenial dalam aksi ekstremisme, lanjut Mu’ti, karena pada usia muda mereka tengah mencari identitas dan jati diri.

Apabila tidak mendapat bimbingan yang benar, maka generasi muda akan mudah terbawa arus yang mempengaruhi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Targetkan Seluruh SDN dan SMPN Surabaya Dibenahi pada 2027

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan pembenahan sarana dan prasarana seluruh SD negeri dan SMP ...
LEGISLATIF

81 Tahun Jatim, Renny Dorong Penguatan Sektor Produktif untuk Ekonomi Berkelanjutan

SURABAYA – Memasuki usia ke-81 tahun, Provinsi Jawa Timur perlu memperkuat sektor produktif daerah sebagai fondasi ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko: Keselamatan Penumpang Penyeberangan Harga Mati, Bukan Kompromi Bisnis

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko menegaskan keselamatan jiwa pengguna jasa transportasi ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...