MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kota Madiun membagikan 3.500 paket takjil kepada masyarakat. Pembagian takjil gratis tersebut dilaksanakan serentak pada hari ke 27 bulan Ramadhan atau Senin (17/4/2023).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Anton Kusumo, mengatakan, bagi-bagi takjil ini murni merupakan gerakan sosial Banteng-Banteng Kota Madiun sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat, terutama umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Bagi takjil dilaksanakan oleh seluruh jajaran DPC, PAC, dan ranting di 27 kelurahan yang ada di Kota Madiun.

Menurut Anton, kegiatan ini sengaja dilaksanakan pada hari ke 27. Pasalnya, angka 27 memiliki sejarah bagi PDI Perjuangan, yakni peristiwa Kerusuhan 27 Juli atau yang dikenal dengan sebutan Kuda Tuli.
“Peristiwa Kuda Tuli merupakan tonggak sejarah partai, kala itu ada juga tokoh dari Kota Madiun yang ikut menjadi pelaku sejarah tersebut, namanya mas Hariyanto Petir,” kata Anton Kusumo usai bagi takjil di kantor lama DPC PDI Perjuangan.
Tak hanya bagikan takjil, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun juga membagikan 1.250 paket sembako berisi beras, minyak, gula mie instan, sarden kepada jajaran pengurus dari atas sampai akar rumput.

Anton kembali menegaskan, aksi kepedulian sosial berupa bagi takjil maupun bagi sembako di bulan Ramadhan yang dilakukan PDI Perjuangan Kota Madiun tidak ada tendensi apapun, semuanya murni kepedulian terhadap sesama.
Karena hal itu sesuai dengan apa yang diajarkan Bung Karno, bahwa politik adalah bagian silaturahmi dan bagian dari amal ibadah.
“Selalu berbuat kebaikan saja kepada semuanya, tidak boleh berharap nanti kembalinya apa, yang penting kita selalu menjalankan kebenaran. Berbagi itu penting karena itu bagian dari kepedulian kepada sesama,” ujarnya. (ant/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS