Selasa
22 September 2026 | 5 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bantaran Kali di Banjaransari Terkikis, Kanang: Perlu Perhatian Nasional

IMG-20260128-WA0004_copy_663x411

NGAWI – Aliran sungai Bengawan Madiun yang melintasi Desa Banjaransari, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, tampak tenang di permukaan. Namun di balik ketenangan tersebut, tersimpan energi besar dari debit air sungai yang terus mengalir dan perlahan mengikis bantaran kali.

Kekuatan arus sungai terutama terasa pada bagian aliran yang berbelok. Bantaran kali yang semestinya berfungsi sebagai zona ekologis sekaligus pelindung dari derasnya aliran air justru mengalami pengikisan serius dari tahun ke tahun.

Di Desa Banjaransari, pengikisan bantaran sungai telah berlangsung cukup lama. Pada salah satu sisi sungai, erosi menggerus tanah hingga ratusan meter dan mengubah topografi jalan desa yang semula lurus menjadi berkelok mengikuti alur sungai. Sementara di sisi lainnya, sedimentasi lumpur terus menumpuk dan mengubah pola aliran air.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga setempat. Mereka khawatir jika erosi terus dibiarkan, lahan persawahan yang berada di sepanjang aliran sungai akan ikut tergerus dan terancam rusak.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang, meninjau langsung lokasi pengikisan bantaran sungai tersebut. Ia menyaksikan kondisi erosi tanah yang telah terjadi bertahun-tahun dan menilai situasinya semakin mengkhawatirkan.

“Pengikisan bantaran kali ini sudah sangat mengkhawatirkan. Sekitar 100 meter tanah bantaran sungai telah terkikis,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Menurut Kanang, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, maka erosi berpotensi semakin meluas dan berdampak langsung pada jalan desa serta area persawahan milik warga.

“Warga berharap adanya pembangunan tanggul agar ancaman erosi bisa dihentikan, sehingga jalan desa dan lahan persawahan tetap aman dari pengikisan,” jelasnya.

Kanang menilai, dengan kondisi saat ini, pembangunan tanggul sungai sulit dilakukan melalui anggaran pemerintah daerah, terlebih lagi oleh pemerintah desa. Karena itu, ia mendorong agar persoalan tersebut mendapatkan perhatian dan penanganan dari pemerintah pusat.

“Masalah ini harus ditangani oleh pemerintah pusat. Tidak mungkin ditangani oleh pemerintah kabupaten, apalagi pemerintah desa. Secara nasional, ini perlu mendapatkan perhatian dan dukungan,” tegasnya.

Pembangunan tanggul sungai diharapkan dapat segera direalisasikan guna mengurangi dampak erosi, sehingga jalan desa serta lahan persawahan warga dapat terselamatkan dari ancaman pengikisan lebih lanjut. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Magetan Soroti Pengadaan Videotron dan Mobil Dinas PKK 

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar sidang paripurna dengan agenda ...
KRONIK

Tinjau Mata Air Mandhung, Bupati Lukman: Air untuk Masa Depan Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan, sumber air bukan hanya persoalan ketersediaan air pada saat ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Minta Pimpinan Komisi VIII DPR Serius Sikapi Masalah UINSA

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong evaluasi total terhadap tata kelola Perguruan Tinggi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Pemkab Malang Lebih Peka Baca Tanda Krisis, Jangan Tunggu Jadi Kegaduhan

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang lebih peka ...
LEGISLATIF

Puan: Capaian Asian Games Harus Jadi Dasar Penguatan Pembinaan Olahraga Berkelanjutan

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar setiap capaian kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kabupaten Madiun Minta Kewenangan dan Anggaran Desa Diperjelas

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun meminta Raperda Desa yang sedang dibahas benar-benar ...