Kamis
21 Mei 2026 | 2 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banjir Landa Wilayah Jember, Widarto: Fraksi PDIP Sudah Ingatkan Soal Perlindungan Lahan

pdip jatim 260130 widarto

JEMBER – Banjir di beberapa ruas jalan raya di tiga wilayah perguruan tinggi di Jember menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Jember Widarto, S.S.

Ketiga wilayah perguruan tinggi itu, yakni Jalan Jawa tepatnya sebelah selatan Fakultas Ekonomi Universitas Jember (Unej), Jalan Mastrip depan Politeknik Jember (Polije), dan Jalan Kaliurang sebelah selatan Universitas Terbuka (UT).

Genangan air setinggi 50 cm mengakibatkan pengguna jalan raya kerepotan.

Mulai dari motor mogok akibat mesin tergenang, hingga tumpukan sampah yang terbawa arus air saat hujan deras kerap kali mengakibatkan jalanan lumpuh.

“Itulah kenapa sejak beberapa waktu ini Fraksi PDI Perjuangan getol untuk menyuarakan pengesahan RTRW,” kata Widarto di ruangan kantornya, Kamis (29/1/2026).

Selama ini Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember lantang bersuara, mengingatkan bahwa perlindungan lahan bukan persoalan insidental. Tapi jauh lebih pada pemikiran jangka panjang.

“5 Sampai dengan 10 tahun mendatang jika kondisi semacam ini tidak disolusikan maka akan terjadi stagnanisasi wilayah. Sementara di sekitar tiga wilayah kampus itu dikelilingi perumahan,” imbuh legislator yang juga Ketua DPC PDIP Jember ini.

Masih kata Widarto, saat ini usulan pengesahan RTRW sudah ada di pusat. Jika dibutuhkan untuk dibahas lagi, Fraksi PDI Perjuangan sangat siap.

Alasannya, agar kondisi banjir seperti yang ada di Jember tidak terus menjadi persoalan yang seolah tidak bisa disolusikan.

Legislator Banteng lainnya, Candra Ary Fianto menegaskan saat ini tak bisa dipungkiri banyak lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi pemukiman dan industri.

Dan munculnya pemukiman atau kawasan Industri itu dalihnya mengejar pertumbuhan ekonomi. Tetapi kejaran tersebut mengabaikan kebutuhan lahan hijau.

“Jika alih lahan terus berjalan, petani kita berkurang, harga pangan melonjak, dan swasembada pangan hanya akan jadi mimpi. Di sinilah peran mahasiswa dibutuhkan, guna ikut mengawasi,” ujarnya usai memberi materi di Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Mandala.

Saat ini, Kabupaten Jember memiliki Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) yang baru. Sebab RTRW itu kompas untuk menentukan perkembangan kota dan pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan lahan hijau.

“Jika ada RTRW, mitigasi bencana dan menjaga potensi alam lebih jelas terbaca,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, semua kader partai berlambang moncong putih diinstruksikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Prof Dr (H.C) Megawati Soekarnoputi untuk peduli pada alam.

Perintah penghijauan di berbagai wilayah guna mengantisipasi bencana, sudah dijalankan di seluruh Indonesia. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Ini, Poin-Poin Pendapat Akhir Fraksi PDIP DPRD Tulungagung terhadap 5 Raperda

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyampaikan pendapat akhir terhadap 5 (lima) ...
KRONIK

Sengketa Lahan Warga Parsanga, H. Zainal Dorong Penyelesaian secara Dialog dan Aturan Hukum

SUMENEP – Sejumlah warga Desa Parsanga, Kabupaten Sumenep, mengadukan dugaan sengketa lahan terkait rencana ...
KRONIK

Kader Muda PDI Perjuangan Pacitan Diminta Aktif Bangun Konten Politik Kreatif

Deni Wicaksono mendorong kader muda PDIP Pacitan aktif memanfaatkan media sosial untuk kritik program pemerintah ...
SEMENTARA ITU...

Jamaah Termuda dan Tertua Satu Bus, Mas Dhito Pesan Saling Menjaga

Pemkab Kediri memberangkatkan 1.213 calon jamaah haji. Jamaah muda diminta membantu lansia selama di Tanah Suci. ...
EKSEKUTIF

Orang Tua di Gresik Diminta Kurangi Kebiasaan Main HP di Depan Anak

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan kepada para orang tua soal penggunaan gadget yang dapat ...
KABAR CABANG

Heru Minta PAC Jaga Kekompakan dan Kedekatan dengan Rakyat Pacitan 

DPD PDI Perjuangan Jatim melantik 12 PAC PDIP se-Kabupaten Pacitan periode 2026–2031. Heru Setyanto menyebut ...