
JAKARTA – Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru menegaskan yang menginginkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) bubar, adalah mereka yang ingin mengacaukan NKRI. Mereka ingin membuat keruh suasana yang sudah baik dan kondusif.
“Tentunya orang yang bicara pembubaran Banser adalah pihak yang buta akan sejarah kiprah NU dan badan otonomnya, termasuk Banser mulai dari sebelum kemerdekaan sampai sekarang kita menikmati kemerdekaan,” kata Nasyirul Falah Amru, kemarin.
Pria yang akrab disapa Gus Falah itu menyebut, tuntutan pembubaran Banser bisa dipastikan bukan dari warga Sorong, Papua. Selain itu, tuntutan tersebut tentunya juga bukan dari warga Nahdliyin.
“Karena kalo warga NU pasti tawadu pada kyai dan kualat kalau bicara pembubaran Banser,” tuturnya.
Namun, dia enggan menyebutkan siapa pihak yang berada di belakang tuntutan pembubaran Banser dengan mengatasnamakan warga Sorong itu.
“Yang bisa saya pastikan adalah mereka (yang menuntut Banser bubar) para pengacau NKRI,” tegas Gus Falah.

Sementara itu, intelektual muda NU Zuhairi Misrawi juga merespon tuntutan pembubaran Banser dari sekelompok orang mengatasnamakan warga Sorong.
Pria yang akrab disapa Gus Mis itu mengatakan usia Banser itu setara dengan usia Republik Indonesia. Dia pun menegaskan Banser adalah ormas yang senantiasa menjaga NKRI.
“Banser menjaga NKRI, beda dengan ormas yang akan merusak NKRI. Catat itu!,” kata Gus Mis, dalam akun Facebooknya, Senin (26/8/2019).
Gus Mis pun menilai tuntutan pembubaran Banser itu mengada-ada. Sebab, selain konsisten menjaga NKRI, Banser juga banyak berbuat nyata untuk menjaga kebhinekaan dan merawat toleransi.
Seperti diketahui, baru-baru ini anggota DPD terpilih dari Papua, Yorrys Raweyai menerima 7 poin tuntutan dari sekelompok warga yang mengatasnamakan masyarakat Sorong.
Salah satu poin tuntutan itu adalah meminta pemerintah membubarkan Banser NU.
Yorrys datang ke Sorong untuk meredakan tensi massa menyusul persekusi mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang beberapa hari lalu. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









