Jumat
04 September 2026 | 11 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bambang Mujiono dan Jalan Sunyi Bernama Fokus

pdip jatim 260201 bambang mujiono

BONDOWOSO — Bambang Mujiono menjalani hidup dengan satu prinsip sederhana: fokus pada satu hal hingga menghasilkan. Prinsip yang kini dikenal sebagai single tasking itu ia pegang sejak muda, baik dalam usaha maupun politik

Lahir di Kabupaten Blitar pada 1968, Bambang merantau ke Bondowoso pada 1995 dan menetap di Desa Cermee, Kecamatan Cermee. Ia memulai hidup dari nol dengan membuka toko kecil di Pasar Cermee.

Dari sana, ia belajar bahwa ketekunan dan fokus jauh lebih menentukan daripada mencoba banyak hal sekaligus.

Prinsip tersebut kemudian ia bawa ke dunia politik. Bambang mulai aktif di PDI Perjuangan sejak 1996 sebagai Bendahara PAC PDIP Cermee, lalu dipercaya menjadi Ketua PAC pada 1999.

Sejak 2000 hingga kini, ia tercatat sebagai pengurus DPC PDIP Bondowoso. “PDI Perjuangan itu partai pertama dan terakhir saya,” ujarnya.

Konsistensi itu berbuah kepercayaan publik. Bambang terpilih sebagai anggota DPRD Bondowoso selama lima periode berturut-turut sejak 2004 hingga 2029. Pada periode 2024–2029, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bondowoso, mewakili Dapil II.

Di luar gedung DPRD, Bambang dikenal sebagai pelaku usaha pertanian yang ulet dan tidak banyak bercabang. Ia pernah menekuni tanaman sengon ketika belum banyak diminati petani.

Keputusan fokus pada satu komoditas itu berbuah hasil, dari modal puluhan juta berkembang menjadi ratusan juta rupiah.
Dalam lima tahun terakhir, ia kembali menerapkan prinsip single tasking dengan menekuni tanaman tebu.

Berbeda dari kebiasaan sebagian petani, Bambang memilih mengirim tebu langsung ke pabrik gula tanpa perantara. “Tebu saya kirim langsung ke pabrik gula, tidak lewat pedagang,” katanya.

Ia juga membantu petani lain agar bisa melakukan hal serupa, karena dinilai lebih menguntungkan dibanding menjual tebu di lahan. Menurutnya, kegagalan usaha sering kali bukan karena kurang modal, melainkan karena tidak fokus dan mudah berpindah bidang.

“Kalau mau berhasil, jangan lompat-lompat. Fokus satu usaha, ditekuni, dan sabar,” tuturnya.

Bambang dikenal sebagai sosok sederhana dan tidak neko-neko. Baginya, bertani adalah jalan mencari nafkah, sementara duduk di DPRD—kini sebagai Ketua Fraksi PDIP Bondowoso—adalah jalan pengabdian.

“Bertani itu untuk hidup. DPRD itu untuk mengabdi,” katanya singkat.

Di tengah zaman yang serba ingin cepat, kerja sunyi dan konsistensi ala Bambang Mujiono menjadi pengingat bahwa fokus kerap menjadi kunci keberlanjutan. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...
KRONIK

Bupati Jember Tawarkan Tenaga Ahli, Widarto: Persoalan DPRD Bukan Kemampuan Anggota

JEMBER – Wacana Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan tenaga ahli kepada setiap anggota DPRD justru ...
LEGISLATIF

Desil Tak Akurat, Zulham Soroti Warga Miskin hingga Disabilitas di Malang Kehilangan Bansos

MALANG – Ketidakakuratan klasifikasi tingkat kesejahteraan atau desil membuat sejumlah warga miskin dan kelompok ...