
SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono minta kader PDIP mensosialisasikan bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota, yang berasal dari kader aktif PDIP kepada masyarakat luas.
Sosialisasi kader yang aktif bergerak di masyarakat ini, sebutnya, sesuai dengan instruksi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Menurut Awi, sapaan akrabnya, dari 19 bakal calon yang mendaftar, ada tiga kader PDIP aktif dan pergerakannya menonjol di masyarakat. Seperti Whisnu Sakti Buana, Wakil Wali Kota Surabaya yang mendaftar bakal calon wali kota dalam Pilkada 2020.
Selain itu, ada pula anggota DPRD Kota Surabaya Dyah Katarina, yang mendaftar bakal calon wali kota. Kemudian anggota DPRD Jawa Timur Armuji, yang mendaftar bakal calon wakil wali kota.
“Menindaklanjuti instruksi DPD Jawa Timur, jaringan organisasi dan kader PDI Perjuangan Kota Surabaya saya minta untuk aktif menyosialisasikan ketiganya. Mas Whisnu Sakti, Bu Dyah Katarina dan Cak Armuji,” kata Awi, Senin (16/12/2019).
“Sosialisasi bisa melalui jaringan media massa, media sosial, penyebaran stiker, brosur, banner, dan juga dalam perkumpulan warga,” imbuhnya
Adi menegaskan, jajaran PDIP Kota Surabaya akan tunduk dan patuh jika kelak turun rekomendasi DPP PDI Perjuangan tentang bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota.
“Serta akan menjalankan rekomendasi itu dengan penuh rasa tanggung jawab, yakni memenangkan Pilkada Surabaya tahun 2020,” tegasnya.
Dalam pilkada serentak 2020, pihaknya ingin kader PDIP kembali memimpin Surabaya menggantikan Tri Rismaharini. Wali kota yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini akan mengakhiri jabatannya pada 2021.
Untuk itu, PDI Perjuangan terus melakukan konsolidasi dengan jajaran di bawahnya. Seperti yang dilakukan pada Minggu (15/12/2019) malam, Adi Sutarwijono langsung turun memimpin rapat konsolidasi dengan jajaran PDIP di Kecamatan Sukolilo.
“Kita tingkatkan terus konsolidasi organisasi untuk memenangkan Pilkada Surabaya tahun depan. Terus kita rapatkan barisan. Kita gelar rapat-rapat konsolidasi hingga level kelurahan dan anak ranting (setingkat RW),” ujarnya.
Pria yang juga menjabat Ketua DPRD Surabaya ini menyebutkan, PDI Perjuangan telah memenangkan Pilkada langsung di Kota Surabaya 3 kali berturut-turut yakni 2005, 2010 dan 2015. Selama itu pula telah dikembangkan kebijakan pembangunan kota yang berwajah kerakyatan.
Di antaranya, pendidikan gratis, kebijakan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat dan pembangunan infrastruktur. Kemudian pembenahan kampung, pembangunan taman-taman kota yang semuanya bisa dirasakan masyarakat luas.
“Dipimpin kader PDI Perjuangan, sejak era Wali Kota Bambang DH dan Wali Kota Risma, Surabaya telah mengalami pertumbuhan yang diakui semua pihak. Kota ini diakui berwajah manusiawi, nyaman dan hijau, serta prorakyat,” pungkasnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










