Minggu
08 November 2026 | 5 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Atasi Daerah Terdampak Kekeringan, Bupati Sugiri Distibusikan Air Bersih

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-05092024
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, memberangkatkan truk tangki air di depan Rumah Dinas Bupati (Pringgitan), Kamis (5/9/2024).

PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, memberangkatkan truk tangki untuk pendistibusian air bersih untuk wilayah yang terdampak kekeringan, Kamis (5/9/2024).

Sebanyak 4 truk tangki yang terdiri atas 1 truk tangki Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo dan 3 truk tangki BPBD Ponorogo tersebut diberangkatkan dari Rumah Dinas Bupati (Pringgitan). Turut diberangkatkan para relawan PMI, Tagana dan BPBD Ponorogo.

“Bersama semua relawan di HUT PMI ke-79 tahun berbuat untuk kemanusiaan yang memang sehari-harinya buat kemanusiaan,” ujar Sugiri.

Menurut Sugiri, dropping air bersih sebagai langkah pendek mengatasi kekeringan, untuk membantu meringankan masyarakat yang terdampak.

“Hari ini memang fokus pada kekeringan di beberapa titik yang hampir jadi langganan tiap tahun. Maka tahun depan tidak boleh ada langganan kekeringan,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Pun pihaknya sedang menyiapkan langkah jangka panjang dalam menghadapi kekeringan yang semakin luas di Ponorogo. Yakni dengan membangun sumur dalam.

“Rencana dengan BPBD dicarikan sumber air di bawah, lalu didorong ke atas. Sampai ke atas di puncak tertinggi (tandon), didistrisbuikan. Paling tidak 4 tahap selesai,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa dropping air kali ini dilakukan di 9 dukuh 7 desa 4 kecamatan dengan total 619 kepala keluarga (KK).

Yaitu, di Kecamatan Slahung di Desa Duri (1 Dukuh), Desa Wates (2 Dukuh); Kecamatan Pulung di Desa Sidoharjo (2 Dukuh) dan Desa Karangpatihan (1 Dukuh); Kecamatan Bungkal di Desa Bungkal (1 Dukuh) dan Desa Belang (1 Dukuh); serta Kecamatan Sawoo di Desa Pangkal (1 Dukuh).

“Solusi kedaruratannya adalah drop air bersih, disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. Tingkat kebutuhan cara ngitungnya paling gampang adalah 60 liter per orang per hari (aturan dari UNESCO),” ujarnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dua SK LP2B Pernah Bernomor Sama, DPRD Jember Pertanyakan Dokumen Terbaru

JEMBER – Perubahan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember kembali dipersoalkan DPRD. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Dorong Dukungan untuk Ormas Keagamaan, Muslimat NU Perkuat Pendidikan Perempuan

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, mendorong pemerintah meningkatkan dukungan terhadap organisasi ...
KRONIK

Soekarno Run Blitar Tembus 5.000 Pelari, Hotel Penuh dan UMKM Ikut Bergerak

BLITAR — Soekarno Run Blitar 2026 melampaui target awal 4.200 peserta. Antusiasme masyarakat membuat jumlah pelari ...
KRONIK

Pagelaran Campursari Tombo Ati Bojonegoro, Merawat Seni Tradisi dan Penggerak Ekonomi

BOJONEGORO – Alunan musik campursari dan gelak tawa warga membahana di Lapangan Desa Sambongrejo, Kecamatan ...
KRONIK

Soekarno Run Lewati Istana Gebang dan Makam Bung Karno, Eri Cahyadi: Tanamkan Semangat Berdikari

BLITAR — Lintasan Soekarno Run 2026 yang melewati kawasan Istana Gebang dan Makam Bung Karno bukan sekadar rute ...
KRONIK

Candra PDIP Dorong Watu Ulo Jadi Penggerak Ekonomi, Bukan Sekadar Destinasi Wisata

JEMBER – Potensi wisata bahari Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, dinilai belum tergarap maksimal untuk ...