Sabtu
20 Juni 2026 | 1 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Atap Gedung Islamic Center Kota Malang Ambol, Wanedi: Ada Kesalahan Konstruksi

pdip-jatim-220404-atap-jebol

MALANG – Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi menyatakan ada kesalahan konstruksi pembangunan atap Gedung Islamic Center di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang.

Beberapa plafon di Gedung Islamic Center turut ambrol meski berada di ruangan tertutup dan bebas hempasan angin.

“Kalau dilihat lantai dua yang tidak ada hubungannya dengan angin, di ruangan tertutup itu juga ambrol,” ungkap Ahmad Wanedi, Senin (4/4/2022), usai menyambangi Gedung Islamic Center di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang yang atapnya jebol karena hujan angin.

Ada tiga ruang di lantai I yang terlihat kondisi atap bangunannya rusak parah yakni di lobi depan dan dua ruangan bagian dalam.

Plafon Gedung Islamic Center Kota Malang ini ambrol bertepatan dengan terjadinya hujan yang disertai angin kencang pada Senin (28/3/2022) lalu.

Wanedi menilai kualitas daripada kerangka plafon yang dipasang tidak kuat untuk menahan asbes gypsum dengan ketebalan 9 mm. Sehingga kerangka pada saat hujan disertai angin kencang plafon sudah tidak mampu menahan beban plafon.

“Jadi kelihatannya, kerangkanya tidak kuat menahan beban gypsum board (plafon) nya itu. Tidak terlalu kuat. Jadi diduga ambrol karena kerangkanya,” sebutnya.

Oleh sebab itu, Wanedi minta agar pihak yang bersangkutan melalui pengelola Islamic Center maupun OPD untuk segera melakukan perbaikan kualitas kerangka plafon tersebut. Sehingga pada saat penggunaan bangunan tidak membahayakan orang lain.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang ini juga minta agar Pemerintah Kota Malang lebih aktif dan ketat mengawasi proses pembangunan di Kota Malang.

“Rekomendasi kami, setiap pekerjaan pembangunan, PUPR harus mengawasi agar pelaksanaannya sesuai, sehingga hal-hal seperti kejadian itu tidak terulang kembali,” kata Wanedi.

Dia menyayangkan gedung yang dibangun dengan anggaran Rp 53 miliar itu tak berfungsi secara optimal. Padahal, gedung ini sudah bisa digunakan dan telah diresmikan pada 30 Desember 2020 lalu.

“Islamic Center itu mestinya segera difungsikan juga. Kan eman anggaran yang sedemikian besar, lalu tidak difungsikan namanya kan sia-sia,” ucapnya.

“Membangun apapun kan harus gamblang peruntukannya. Tentu harus tercapai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat fungsi. Kalau tepat waktu dan tepat mutu, tapi tidak berfungsikan buat apa,” tutur Wanedi. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PAC Plaosan Magetan Gelar Aksi Peduli Pertiwi, Lepaskan Burung dan Ikan di Randu Gede

MAGETAN — PAC PDI Perjuangan Kecamatan Plaosan menggelar kegiatan Peduli Pertiwi di kawasan Randu Gede, Plaosan, ...
KRONIK

Soekarno Cup 2026 Jadi Ajang Jaring Bibit Atlet Voli Muda Blitar Raya

Turnamen Bola Voli Soekarno Cup 2026 di Kabupaten Blitar menjadi ajang menjaring bibit atlet muda berbakat dari ...
SEMENTARA ITU...

KONI Trenggalek Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi lewat Uprintis Futsal League 2026

Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi berharap Uprintis Futsal League 2026 melahirkan bibit atlet berprestasi yang ...
KRONIK

Bupati Bangkalan: Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 Momentum Strategis

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa menjadi tuan rumah penutupan Munas Alim Ulama dan ...
KABAR CABANG

Ruang Ekspresi, PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Banteng Musik Jalanan

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar Banteng Musik Jalanan dalam rangka Bulan Bung Karno 2026. ...
KRONIK

Kunjungi KKP, Bupati Fauzi Usulkan Pagerungan Kecil Jadi Kawasan Pengembangan Industri Perikanan

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, melakukan kunjungan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan ...