oleh

Armuji Berharap Surabaya Adopsi Kemajuan Kota Chengdu

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji berharap, Surabaya dapat mengadopsi kemajuan yang diraih Kota Chengdu, Tiongkok. Harapan ini dia sampaikan, setelah rombongan wakil rakyat Kota Chengdu mengunjungi kantor DPRD Surabaya.

Menurut Armuji, segala kemajuan yang diraih Chengdu, dapat menginspirasi Surabaya untuk meraih prestasi serupa. Sistem-sistemnya dapat diadopsi dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik Surabaya.

Kesuksesan Chengdu, sebut Armuji, juga membuktikan bahwa industri-industri besar tak hanya tumbuh di ibukota negara. Kota-kota lain tetap bisa maju dengan potensi masing-masing yang khas.

“Chengdu bukan ibukota negara, tapi bisa mendongkrak perekonomian lewat industri besar dari luar negeri,” kata Armuji, Minggu.

Dia menyimpulkan, ekonomi, teknologi, dan budaya adalah tiga hal yang dapat diadopsi Surabaya.

Untuk ekonomi, Chengdu mampu menggeliatkan pendapatan lewat berbagai industri terutama elektronik. Teknologi yang dimiliki juga sudah sangat maju berdampak positif terhadap pembangunan.

“Masyarakat Chengdu pun sangat peduli dengan tradisi yang dapat menjadi potensi wisata. Tempat-tempat bersejarah begitu dijaga. Selain itu, flora dan fauna juga sangat diperhatikan,” terang pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Dia optimistis, Surabaya bakal lebih maju jika mengadopsi sistem dari Tiongkok, terutama Chengdu

“Yang terpenting, Surabaya harus terus berbenah. Jangan lelah menimba ilmu dari mana saja, termasuk Tiongkok. Ilmu-ilmu itu babti bisa jadi alat paling ampuh untuk memajukan Surabaya,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada pada Rabu (15/11/2017) rombongan wakil rakyat Kota Chengdu mengunjungi kantor DPRD Surabaya.

Delegasi parlemen Chengdu disambut Armuji dan jajaran pimpinan, serta anggota DPRD Surabaya. Rombongan Chengdu yang dipimpin Yung Wie ini diterima di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Surabaya.

Armuji menambahkan, kedatangan wakil rakyat Kota Chengdu karena ingin melihat kota-kota besar di negara ASEAN. Menurutnya, Surabaya jadi salah satu kota jujugan.

“Kunjungan ini untuk mempererat hubungan bilateral, dan menjajaki program sister city,” jelas Armuji.

Di antara bidang-bidang yang berpotensi dilakukan kerja sama, tambah Armuji, bidang pariwisata dan industri menjadi pembahasan yang paling utama. Sebab, antara Surabaya dan Chengdu memiliki kesamaan target.

“Kami saling bertukar informasi soal pariwisata karena kota ini memang sangat terkenal. Juga soal industri, kira-kira jenis industri apa yang cocok untuk Surabaya,” ujarnya.

Legislator empat periode ini berharap, kunjungan anggota parlemen Chengdu ditindaklanjuti dengan adanya program sister city. (goek)