Apresiasi TOT Saksi BSPN PDIP Jatim, Bawaslu: Kegiatan Ini Luar Biasa!

KOTA BATU – Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Timur Aang Kunaifi mengapresiasi kegiatan Pelatihan Pelatih (training of trainers/TOT) Saksi/Guraklih yang diselenggarakan Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

“Kegiatan ini luar biasa dan sangat patut diapresiasi bahwa partai politik melakukan konsolidasi dan pelatihan untuk mempersiapkan pengawalan proses demokrasi, khususnya pada Pilkada 2020, sehingga infrastrukturnya siap di lapangan,” kata Ang Kunaifi, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: DPD PDIP Jatim Dorong Rekruitmen Saksi Pilkada Segera Dituntaskan

Diketahui, BSPN PDIP Jatim menggelar pelatihan pelatih saksi dan guraklih (regu penggerak pemilih) selama empat hari, sejak Rabu (14/10/2020) di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu.

Acara pelatihan ini untuk menyiapkan calon pelatih saksi TPS pilkada atau pemilu lainnya di kabupaten/kota di Jawa Timur. Di acara pelatihan pelatih saksi gelombang ke-3 ini, Aang Kunaifi menjadi salah satu pemateri.

Dengan saksi yang sudah terlatih, lanjut Aang, akan lebih memudahkan ketika yang bersangkutan bertugas di lapangan. Sebab, mereka sudah dibekali dengan pemahaman-pemahaman terlebih dahulu.

“Dan tentu akan lebih mempersulit hajat partai jika saksi tidak memahami tugas sebagai saksi,” ujarnya.

Dia juga berharap seluruh elemen partai politik untuk bisa menjalin kerja sama dengan penyelenggara pemilu berupa usulan dan masukan. Misalnya terkait perlindungan hak pilih dari masyarakat.

“Dalam proses penyusunan data pemilih, kami berharap masukan dari kawan-kawan partai politik yang sama-sama melakukan pencermatan dan analisis guna melakukan perlindungan hak pilih kepada seluruh warga negara yang memenuhi syarat di daerah pemilihannya,” terang Aang.

“Kami dari jajaran pengawas sangat terbuka pada siapapun yang ingin melakukan kordinasi terkait dengan proses penyempurnaan data tersebut,” tambah dia.

Pihaknya juga mengajak seluruh partai politik dan peserta Pilkada 2020 untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 saat melakukan kegiatan politiknya.

“Protokol kesehatan menjadi suatu ketetapan sebagai kunci sukses terselenggaranya Pilkada 2020. Kami mengharap semua pihak khususnya partai politik pengusung calon untuk tetap menjaga protokol kesehatan di setiap menyelenggarakan aktivitas kampanye,” pungkasnya. (rul)