TULUNGAGUNG – Mendekati puncak gelombang tiga Covid-19 yang di Jatim diprediksi pada awal Maret 2022, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, mengambil beberapa langkah taktis. Salah satunya dengan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa TK, SD dan SMP selama seminggu.
“Mulai besok, Sabtu (12/2/2022), PTM dihentikan selama 5 x 24 jam,” ujar Maryoto usai mengikuti vidcon evaluasi PPKM Jawa Bali di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (11/2/2022) siang.
Menurut dia, PTM untuk siswa TK, SD dan SMP itu diganti dengan sistem daring selama seminggu, seperti yang telah dilakukan pada siswa SMAN/SMKN dan PK-PLKN se-Tulungagung.
“Kebijakan ini diambil sesuai dengan kenaikan status PPKM di Tulungagung yang naik level 2. Terlebih penyebaran virus Covid-19 yang saat ini trennya mengalami kenaikan,” sambungnya.
Dalam upaya mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19, bupati yang kader PDI Perjuangan ini pun telah memutuskan untuk memberlakukan kembali aturan work from home (WFH) bagi ASN lingkup Pemkab Tulungagung. Pemberlakukan kerja dari rumah bagi ASN sebanyak 50 persen itu mulai berlaku pada Senin (14/2/2022) depan.
“Selain itu, untuk tempat penjual makanan dan lapak pemberlakuan jam operasionalnya sampai pukul 23.00 WIB. Semuanya disesuaikan lagi dengan PPKM level 2 dan mengacu pada Inmendagri yang terbaru, yakni Inmendagri Nomor 9 Tahun 2022,” kata dia.
Namun demikian, Bupati Maryoto, tetap meminta masyarakat Tulungagung untuk tidak usah cemas dan panik menghadapi gelombang tiga Covid-19. Ia menyebut sudah mempersiapkan layanan tempat tidur di rumah sakit dan rumah sakit darurat Covid-19, selain juga obat-obatan.
“Yang penting dan nomor satu tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes). Bagi yang punya komorbid, utamanya lansia lebih hati-hati,” pungkas Maryoto. (atu/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












