Selasa
18 Agustus 2026 | 4 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anas: Banyuwangi Surplus Beras Hingga Ratusan Ribu Ton

pdip-jatim-azwar-anas-banyuwangi

BANYUWANGI – Kebutuhan beras di Banyuwangi dipastikan aman hingga 17 bulan ke depan. Kepastian itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas setelah melihat stok beras di dua gudang Bulog, yang saat ini jumlahnya 30 ribu ton.

“Stok pangan kita cukup. Di dua gudang Bulog, beras yang ada saat ini jumlahnya 30 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan beras sampai 17 bulan ke depan,” kata Azwar Anas, Senin (20/2/2017).

Dia bersyukur, karena setiap tahun surplus beras hingga ratusan ribu ton, sehingga bisa dijual ke daerah lain. Apalagi, ungkapnya, sekarang sebagian sudah produksi beras dengan kualitas sangat bagus dan ada juga beras organik.

Anas menyebutkan, ketersediaan bahan pangan yang cukup akan menjaga stabilitas harga pangan. Kondisi itu dinilainya juga berpengaruh pada terjaganya inflasi daerah.

Meski saat ini jumlah stok pangan mencukupi, jelas Anas, perlu dilakukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga pangan. Untuk itu, pihaknya bersama Bulog tengah menyiapkan instrumen untuk menjaga stabilitas harga pangan.

“Salah satu caranya dengan mendirikan rumah pangan kita (RPK) melalui badan usaha milik desa (bumdes),” terang bupati dari PDI Perjuangan ini.

Saat ini sudah ada 14 bumdes di Banyuwangi yang menjalin sinergi dengan Bulog untuk penyediaan bahan pokok. Warga desa bisa mendapatkan sejumlah komoditas yang dipasok Bulog dengan harga lebih murah, seperti minyak goreng, gula, dan tepung terigu.

Keuntungan dari sinergi ini, sebut Anas, sangat banyak. Seperti, bumdes mendapatkan sumber penghasilan, juga memutus mata rantai jalur distribusi bahan pokok karena langsung dari Bulog.

Dengan demikian, masyarakat konsumen bisa mendapatkan harga murah dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat juga terjaga. “Dengan begitu ke depannya akan tercipta stabilisasi harga,” ujarnya.

Selain menjaga stabilitas harga, Anas juga berharap Bulog bisa menyerap beras petani dengan maksimal. Agar banyak petani yang mau menjual berasnya ke Bulog dan tidak lagi terjerat oleh tengkulak.

Sementara itu, Kepala Bulog Banyuwangi N. Gunadharma mengatakan, pada tahun 2017 pihaknya menargetkan bisa menyerap gabah petani Banyuwangi sebanyak 60 ribu ton setara beras (STB).

Bulog membeli gabah kering panen (GKP) dari petani seharga Rp4.000 per kilogram, lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp3.700 per KG.

“Terget 60 ribu ton ini merupakan sebagian kecil dari surplus produksi beras Banyuwangi. Tapi kami optimis bisa melampaui target ini karena pada tahun lalu dari target penyerapan 55 ribu ton bisa terserap 60 ribu ton,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Plt Ketua DPRD Magetan Suyatno Bacakan Naskah Proklamasi di HUT ke-81 RI, Ajak Warga Doakan Korban Gempa NTT

MAGETAN — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Magetan, H. Suyatno, S.Sos., dipercaya membacakan Naskah ...
KRONIK

PDIP Jatim Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Libatkan Seluruh Elemen Partai

SURABAYA – PDI Perjuangan Jawa Timur menggalang bantuan untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara ...
EKSEKUTIF

Eri: Keterlibatan Warga Jadi Kunci Wujudkan Kesejahteraan di Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan keterlibatan warga, gotong royong, dan nilai Pancasila menjadi kunci ...
KRONIK

Bupati Fauzi: Kemerdekaan Harus Diwujudkan Lewat Pemerataan Pembangunan dan Pelayanan Publik

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan ...
KRONIK

Kuliah Tamu di Ponorogo, Novita Hardini Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Kebijakan Publik

PONOROGO – Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Mahasiswa harus memahami proses ...
KABAR CABANG

HUT ke-81 RI, Yudi Meira dan Syahrul Alim Ajak Warga Kota Blitar Perkuat Gotong Royong

HUT ke-81 RI, Yudi Meira dan Syahrul Alim mengajak warga Blitar memperkuat persatuan, gotong royong, dan kerja ...