Selasa
06 Oktober 2026 | 3 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anas: Asian Games Sarat Inspirasi bagi Daerah

pdip-jatim-pembukaan-asian-games2

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Asian Games 2018 bukan hanya menjadi kebanggaan Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga paling akbar di Asia, tapi juga sarana bagi daerah-daerah untuk belajar manajemen seni pertunjukan.

Anas menilai, ajang olahraga yang diikuti 16.000 atlet dan ofisial dari 45 negara ini kaya unsur seni. Asian Games 2018 sebutnya, juga sarat dengan inspirasi yang salah satunya soal manajemen seni pertunjukan.

“Ini penting agar daerah seperti Banyuwangi bisa terinspirasi, bagaimana mengemas kekayaan seni-budaya menjadi kekuatan sosial sekaligus ekonomi dengan manajemen seni pertunjukan yang bagus,” kata Anas, Senin.

Dia mengatakan, daerah di Tanah Air yang kaya dengan seni-budaya perlu seksama mempelajari beragam atraksi di Asian Games. Misalnya, bagaimana pawai obor mampu menyatukan Indonesia dengan melintasi akar perjuangan bangsa di makam Bung Karno, akar kultural dengan disemarakkan beragam seni-tradisi, dan kekayaan destinasi seperti Gunung Bromo, Kawah Ijen, dan Danau Toba.

“Dan tentu saja seremoni pembukaan Asian Games yang sangat spektakuler dan berkelas dunia. Para pelaku seni di daerah perlu menyimak untuk melihat bagaimana seni ditata dengan kreatif menjadi kekuatan sosial, kebudayaan, ekonomi, sekaligus kebanggaan bangsa,” papar Anas.

Banyuwangi sendiri, lanjut Anas, terus berupaya mengelola kekayaan seni-budaya menjadi faktor pendorong kemajuan daerah, di antaranya melalui pariwisata.

“Maka menyambut Asian Games, saya sebelumnya telah menyampaikan kepada para pelajar, pelaku seni, dan guru untuk menonton pembukaan dan kemudian penutupan Asian Games. Bahkan, bisa dijadikan tugas sekolah untuk pembelajaran dua hal penting dalam pengembangan seni, yaitu belajar proses kreatif seninya dan belajar manajemen pertunjukannya,” ujarnya.

“Kolaborasi berbagai kementerian, Badan Ekonomi Kreatif, panitia penyelenggara (INASGOC), dan pelaku seni saat Asian Games sangat menarik untuk dipelajari. Semoga ada kesempatan mengundang tim di balik layar pembukaan Asian Games untuk memberi workshop ke pelaku seni dan komunitas kreatif di Banyuwangi,” imbuh Anas.

Dia menambahkan, Banyuwangi juga telah mengalokasikan dana beasiswa untuk membiayai anak-anak muda belajar seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

”Tahun ini sudah mulai dibuka beasiswa dari Pemkab Banyuwangi untuk kuliah seni di ISI Solo. Ini untuk meningkatkan kapasitas sektor kreatif di Banyuwangi,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Fauzi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Desa Terdampak Kekeringan, Warga: Sangat Berarti

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memantau langsung bantuan air bersih kepada masyarakat yang ...
KRONIK

Fatmawati Trophy 2026: Merawat Kesederhanaan Fatmawati Lewat Karya Budaya Jawa Timur

SURABAYA — Sebuah kebaya tidak selalu sekadar bicara tentang kain, motif, atau potongan busana. Di baliknya bisa ...
KRONIK

Di Brau, Secangkir Susu dan Seekor Anak Sapi Menjadi Cerita tentang Ekonomi Kerakyatan

BATU – Biasanya doorprize festival berupa sepeda, peralatan elektronik, atau voucher belanja. Namun Festival Nyusu ...
HEADLINE

Fatmawati Trophy 2026, Jatim Bawa Kearifan Lokal ke Panggung Nasional

Jawa Timur menyiapkan Banyuwangi, Kota Batu dan Trenggalek untuk Fatmawati Trophy 2026. Tak hanya desain, cerita ...
SEMENTARA ITU...

Haornas di Trenggalek, Doding Ajak Warga Jalan Sehat Sambil Jaga Lingkungan

TRENGGALEK – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kabupaten Trenggalek tidak hanya menjadi momentum ...
LEGISLATIF

Deni Dorong Pemprov Jatim Bangun Basis Data Pasar Tradisional untuk Tepatkan Intervensi

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan Deni Wicaksono mendorong Pemprov Jatim menyusun ...