Jumat
17 April 2026 | 6 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agatha Apresiasi Program DP3AK Jatim Latih Ojol Perempuan dengan Bela Diri Jujitsu

PDIP-Jatim-Agatha-Retnosari-12052023

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agatha Retnosari, mengapresiasi program Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim yang memberikan pelatihan bela diri jujitsu untuk pengemudi ojek online (ojol) perempuan yang tergabung dalam Gerakan Sayang Perempuan Ojol Online (Gaspol).

Menurutnya, dengan adanya kelas bela diri ini para ojol perempuan bisa lebih menjaga diri mengingat mereka bekerja tanpa mengenal waktu dan memiliki risiko tinggi untuk menjadi korban kejahatan.

“Saya mengapresiasi Pemprov Jatim melalui DP3AK yang telah memberikan pelatihan ini, mengingat ini sangat penting dan berguna bagi ojol perempuan yang tergolong berisiko tinggi menjadi korban pelecehan saat menerima penumpang maupun korban kriminal saat di jalan,” ujar Agatha saat menyaksikan pelatihan bela diri jujitsu di gedung Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (UPT PPA DP3AK), Jalan Arjuno, Surabaya, Jumat (12/5/2023).

Agatha berharap, ke depan anggaran untuk pemberdayaan perempuan di Provinsi Jawa Timur bisa ditambah agar program semacam itu bisa menjangkau perempuan lebih banyak lagi.

Dalam kesempatan itu, Politisi PDI Perjuangan itu juga menyempatkan diri untuk berbincang bersama para peserta, mendengar pengalaman mereka selama berlatih sejak Februari 2023 lalu.

Salah satunya Suffi Nur Aini (40). Ibu dua anak ini telah merasakan perbedaan sebelum dan sesudah mengikuti kelas jujitsu, khususnya soal reflek diri.

“Biasanya tindak kejahatan itu terjadi karena kita tidak fokus dan sibuk sendiri sehingga menimbulkan peluang kejahatan. Yang saya rasakan setelah ikut kelas bela diri ini, ya sekarang jadi punya reflek yang baik, lebih waspada lagi dengan sekitar. Lalu dari segi fisik juga merasa lebih enak dan enteng,” ujar Suffi.

Selain karena senang olahraga, alasan Suffi mau untuk mengikuti kelas bela diri ini, ia pernah memiliki pengalaman tidak menyenangkan dan mengarah kepada pelecehan seksual yang dilakukan oleh penumpang pria.

“Iya, alasan mau ikut kelas ini selain suka olahraga, karena sempat punya pengalaman kurang menyenangkan dari penumpang. Kalau bisa bela diri kan saya jadi ada bekal untuk melindungi diri saat di jalan,” jelasnya.

Sementara itu, pelatih jujitsu, Sabdo Sahono, mengatakan, dalam kelas bela diri ini, dirinya mengajarkan beberapa jurus dasar yang telah dimodifikasi, seperti memukul, menendang dan menyerang menggunakan barang-barang yang biasa dibawa atau dikenakan seperti helm sebagai alat untuk membela diri saat terjadi kejahatan.

“Fokusnya adalah simpel dan efektif. Kita mengajarkan mereka bagaimana menyerang dengan mudah dan gampang diaplikasikan di lapangan, tetapi efektif dan dampaknya bisa fatal untuk lawan,” ujar sensei Sabdo.

Sensei Sabdo juga menjelaskan, semangat para pengemudi ojol perempuan untuk belajar bela diri ini sangat luar biasa.

“Saya sempat kaget, karena mereka ini kan tidak memiliki latar belakang bela diri, lalu dengan usia yang tidak muda kan pasti sudah ada kekakuan, tapi ternyata mereka bisa menerima materi dengan cepat karena ya itu tadi, ada motifasi yang kuat,” tuturnya. (dhani/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...