GRESIK – Hampir 20 tahun tidak beroperasi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching kembali Klinik Mabarrot Al Mustasyfa di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.
Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu memberikan strategi supaya Klinik tersebut tetap beroperasi. Salah satunya digunakan sebagai tempat kegiatan sosial.
“Contoh tiga bulan pertama diadakan sunatan massal, tiga bulan berikutnya operasi katarak gratis,” ujar Gus Yani.
Orang nomor satu di Pemkab Gresik itu juga mengupayakan supaya masyarakat dapat mengakses BPJS di Klinik tersebut. Tentunya bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dan Klinik Mabarrot lainnya.
“Kita akan mengatur strategi agar masyarakat dapat mengakses BPJS di klinik Mabarrot di wilayah masing-masing,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, pengurus Klinik Mabarot Al Mustasyfa segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Agar akses BPJS bisa lebih cepat didapatkan sebelum bulan puasa.

“Saya juga berpesan kepada para nakes, berikan pelayanan sebaik mungkin kepada para pasien,” kata mantan Ketua DPRD Gresik tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi dibukanya klinik tersebut, Gus Yani menyerahkan lima unit motor listrik bermerek Tangkas senilai Rp 95 juta. Ditambah satu unit alat kesehatan Hematology Analyzer Genrui Model KT-6390 yang ditaksir senilai Rp 130 juta untuk Klinik Mabarort Al Mustasyfa.
Sementara Ketua MWC NU Ujungpangkah Agus Nafisul Athok, menambahkan, peluncuran ini merupakan agenda kedua setelah soft opening Desember 2022 lalu. Dimana saat itu seluruh biaya operasional digratiskan untuk para pasien.
“Alhamdulillah saat soft opening Desember 2022 lalu sudah ada 500 pasien yang kami tangani secara gratis. Bulan ini sendiri sudah ada 400 pasien yang berobat, sehingga selama dua bulan kami telah menangani hampir seribu pasien.” bebernya.
Sebagai informasi, Klinik Mabarrot Al Mustasyfa berdiri sejak tahun 1989, dan beroperasi hingga tahun 2005. Saat ini telah memiliki beberapa layanan kesehatan. Yaitu Unit Gawat Darurat (UGD), poli umum, poli gigi, poli fisioterapi, poli kesehatan ibu dan anak, laboratorium, dan farmasi. (mus/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










