Jumat
19 Juni 2026 | 8 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Terima Gelar Doktor HC di Korsel, Puan Dapat Tantangan dari Megawati

pdip-jatim-221107-pm-dr-hc-5

BUSAN – Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri mendampingi Puan Maharani saat Ketua DPR RI tersebut mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Pukyong National University (PKNU), Busan, Korea Selatan, Senin (7/11/2022).

Pengukuhan Puan sebagai Doktor Honoris Causa digelar di College Theatre PKNU. Sebelum acara dimulai, Megawati menemani Puan berbincang dengan Rektor PKNU Prof Jang Young-soo.

Dalam pertemuan hangat yang diselingi minun teh ini, Prof Jang menyatakan rasa senangnya atas kedatangan Puan dan Megawati. Dia menyebut, PKNU memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada para pakar dan tokoh.

Baca juga: Gelar Doktor HC dari Korsel, Puan: Penghargaan bagi Kepemimpinan Perempuan di Indonesia

“Kami akan berusaha sekuat tenaga menghasilkan talenta-talenta untuk kemajuan dunia,” ujar Prof Jang. “Kami menyambut hangat Ibu Puan sebagai alumni. Ibu puan telah menunjukkan kepemimpinan nasional,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Megawati yang cukup ditokohkan oleh Korea Selatan menyatakan rasa bangganya atas perolehan gelar kehormatan untuk Puan. Dia menantang Puan untuk mendapat gelar-gelar kehormatan akademis melebihi dirinya dan sang ayah, Bung Karno.

“Ketika Ibu Puan mengatakan dapat Doktor Honoris Causa dr kampus PKNU, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Megawati.

Penganugerahan Doktor Honoris Causa Bidang Politik ini menjadi gelar doktor kehormatan kedua bagi Puan. Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan itu meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro pada tahun 2020.

Megawati lalu merinci Bung Karno, sang kakek Puan Maharani, memiliki 26 gelar Doktor Honoris Causa dari seluruh dunia. Sementara Ketua Umum PDI Perjuangan itu kini memiliki 2 gelar profesor kehormatan dan 9 gelar Doktor Honoris Causa.

“Sekarang saya masih menunggu lagi 5 (gelar Doktor Honoris Causa). Karena itu saya katakan: ibu harus kamu kalahkan. Beliau (Puan) harus mengalahkan saya dapat gelar,” tegasnya.

Di sela pertemuan, Megawati juga mengucapkan terima kasih kepada rektor, dewan senat guru besar dan segenap sivitas akademika PKNU. “Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada keluarga besar Bung Karno,” sambung Megawati.

Untuk diketahui, hubungan keluarga Bung Karno dengan Korea sudah terjalin erat sejak lama. Kehangatan hubungan tersebut dilanjutkan oleh Megawati, terutama saat ia menjadi Presiden Indonesia, hingga saat ini.

Bahkan Megawati mendapat anugerah gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) dan gelar Doktor Honoris Causa dari beberapa universitas di Korea. Megawati juga pernah menjadi utusan khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam menjalankan diplomasi perdamaian.

Sebelum upacara pengukuhan Puan sebagai Doktor Honoris Causa dari PKNU dimulai, Megawati juga sempat bertemu dengan para peneliti Indonesia yang sedang menjalani studi di Korea Selatan. PKNU sendiri akan melakukan penandatangan kerja sama pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi Indonesia.

Megawati pun mengungkap alasannya sangat mendukung pemberian gelar Doktor Honoris Causa dari PKNU. Sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ia mengaku mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembangkan lembaga tersebut.

“Saya sangat ingin bekerja sama dengan PKNU dalam bidang kelautan dan perikanan. Ini sebuah kesempatan yang sangat baik antara BRIN dan Pukyong. Kita harus memperhatikan laut kita, terutama lingkungan hidupnya,” tutur Megawati.

Pada kesempatan itu, Puan diminta memberikan testimoni untuk PKNU di buku alumni kampus. Cucu Proklamator sekaligus Presiden pertama RI Soekarno ini pun menyampaikan rasa terima kasih atas pemberian gelar dan sambutan hangat dari PKNU.

“Suatu kehormatan bagi saya menjadi bagian dari PKNU. Saya akan menjadi alumni PKNU. Sebagai alumni, saya akan berusaha memperkuat hubungan Korea Selatan, bukan hanya dalam hal pendidikan tapi juga hubungan antar negara,” kata Puan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Cari Solusi Agar PPPK Tak Terdampak Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta Pemkab mengoptimalkan PAD untuk mengantisipasi dampak kebijakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Tekankan Sikap Objektif dan Proporsional

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah menegaskan bahwa posisi ...
LEGISLATIF

Kondisi Geopolitik Timur Tengah jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji ke Depan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah perihal tantangan ...
LEGISLATIF

Selaraskan Aturan Pusat, DPRD dan DPMD Jombang Bakal Revisi Perda Pilkades

JOMBANG – Komisi A DPRD Kabupaten Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan ...
KRONIK

Bertemu Mensos, Bupati Ipuk Laporkan Progres Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Perlinsos

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bertemu Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, di Kantor ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Apresiasi Raperda Pembentukan Lima Desa Baru, Soroti Kesiapan SDM dan Kemampuan Fiskal Pemkab Ponorogo

PONOROGO – Fraksi PDI Perjuangan maPAN DPRD Kabupaten Ponorogo menyatakan dukungannya terhadap pembentukan lima ...