Selasa
03 November 2026 | 2 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

APBD-P 2022 Kota Malang Disepakati, Made Soroti 2 Masalah Ini

pdip-jatim-220923-riandiana-1

MALANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2022 di ruang sidang paripurna DPRD setempat, kemarin.

Dalam APBD-P 2022 tersebut disepakati untuk pendapatan daerah bertambah Rp 11.261.800.130. Jumlah tersebut terdiri dari pendapatan transfer berkurang sebesar Rp 1.522.832.870 yang berasal dari pengurangan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik.

Untuk pendapatan transfer bertambah sebesar Rp 8.959.633.000 yang berasal dari Dana Insentif Daerah Kinerja Tahun Berjalan 2022. Kemudian, lain-lain pendapatan daerah yang sah bertambah sebesar Rp 3.825.000.000 yang berasal dari pendapatan hibah dari pemerintah pusat.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan, momentum APBD-P 2022 ini dapat dimanfaatkan seluruh jajaran Pemkot Malang untuk menjalankan program padat karya. Sebab untuk program-program besar serta pengerjaan tender tidak dilakukan.

“Semua akan padat karya. Artinya akan dilakukan dengan secepatnya, penunjukan langsung oleh dinas terkait agar segera terealisasi di masyarakat,” kata Made di Kota Malang, Jumat (23/9/2022).

Program padat karya ini merupakan kesepakatan bersama Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang untuk memberi stimulus perekonomian kepada masyarakat. “Saya kira ini bagus. Karena dapat bermanfaat bagi warga. Apalagi baru saja masyarakat terdampak kenaikan harga BBM,” jelasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang itu minta kepada masyarakat yang ingin menjadi bagian dari program padat karya ini untuk bisa menganjukan RTRW.

“Yang jelas, SPJ-nya PUPR yang mengerjakan. Tapi pekerjanya masyarakat dan ini merupakan bagian dari memberikan stimulus kepada warga,” jelasnya.

Pihaknya menyoroti dua hal yakni terkait pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera diisi pejabat definitif, serta penggunaan air Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang.

“Ada dua hal yang menjadi sorotan yang sama enam fraksi, yaitu segera dilantik kepala dinas definitif, dan penggunaan air PDAM. Semua mengritisi PDAM terkait dengan pemanfaatan air permukaan. Ini selalu menjadi pendapat akhir fraksi,” beber Made. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...