Kamis
13 Agustus 2026 | 11 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

6 Tahun Budidaya Bibit Lele, Kini Usaha Wakhid Syaifudin Diikuti Puluhan Tetangganya

Picsart_22-06-29_16-40-47-690_copy_900x507

NGAWI – Tinggal di pedesaan bukan berarti tidak bisa berkembang. Jika berhasil melihat peluang, malah bisa membuat bisnis yang menguntungkan.

Seperti halnya kisah Syaifudin Wakhid, pemuda warga Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi. Di tangan pemuda 24-an tahun itu, tanah kosong di belakang rumah diubah menjadi lahan penghasil rupiah.

Wakhid sapaan pemuda itu memilih berbudidaya bibit ikan lele. Terkesan sederhana namun memiliki hasil yang bisa dibilang lumayan. Apalagi, usaha tersebut masih cukup jarang digeluti.

“Mulai menggeluti usaha budidaya bibit ikan lele tahun 2016. Saat itu baru lulus dari pondok pesantren,” katanya, Rabu (29/6/2022).

Saat ini Wakhid memiliki belasan kolam pembesaran bibit ikan lele. Belasan kolam seukuran 4×2 meter persegi berada persis dibelakang rumahnya. Bibit ikan lele produksi Wakhid pun beragam. Ada dua varian yang populer dibudidayakan para peternak. Yakni jenis Sangkuriang dan Mutiara.

Dari belasan kolam itu, Wakhid mengaku bisa memanen hasil yang lumayan. Per ekor bibit ikan lele, dijual dari rentang harga Rp120-Rp150, tergantung ukuran ikan. Untuk setiap bulan, puluhan hingga ratusan ribu bibit ikan lele siap dipanen dan diedarkan.

“Permintaan pasar masih cukup bagus. Panen bisa dua kali hingga tiga kali sebulan. Antara 50 ribu sampai 200 ribu ekor sekali panen,” kata Wakhid.

Soal omzet tiap bulan, Wakhid malu-malu menyebutkan nominal. Dirinya hanya menggaris bawahi, bahwa keuntungan budidaya bibit ikan lele bisa mencapai 100 persen jika dimulai dari pemijahan. Sementara untuk pendederan, keuntungan hanya 25 persen.

“Omzet tiap bulan, UMR lah,” ucap pemuda pengagum Bung Karno ini.

Sebelum berada di posisi seperti sekarang, Wakhid mengaku saat mengawali usaha budidaya bibit ikan lele bukan sesuatu hal yang mudah. Berangkat tanpa pengalaman yang memadai, usahanya jadi bahan olok-olokan tetangga.

Apalagi, kultur masyarakat desanya, yang mayoritas petani, menganggap usaha budidaya bibit ikan lele hanya buang-buang waktu dan tenaga. Tidak prospektif dan menguntungkan.

“Awalnya dulu saya disepelekan, karena belum ada bukti hasilnya,” ucapnya.

Namun Wakhid tidak berkecil hati. Olok-olokan dianggapnya sebagai motivasi. Baginya, budidaya bibit ikan lele bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan. Menjadi alternatif pendapatan sampingan, para petani sawah warga desanya.

Semangatnya yang tidak surut membuahkan hasil. Tetangga sekitarnya mulai membuka hati, dan ikut menggeluti usaha budidaya bibit ikan lele. Hingga saat ini, telah ada puluhan warga yang mengikuti jejak Wakhid.

“Kalau sekarang sudah ada sekitar 30-an orang yang ikut budidaya bibit ikan lele. Beberapa diantaranya pernah sekali panen mendapatkan hasil hingga belasan juta,” ungkap Wakhid.

Geliat usaha budidaya bibit ikan lele di Desa Sekaralas kian berkembang. Wakhid mengaku, Dusun Katerban yang dia tinggali, saat ini tidak hanya dikenal sebagai kampung santri. Atau penghasil cabai, melon, dan produk pertanian lainnya.

“Meskipun termasuk skala kecil, tetapi kini, Katerban juga dikenal sebagai daerah penghasil bibit ikan lele di Ngawi,” papar Wakhid Syaifudin pemuda asal Ngawi pelopor budidaya bibit ikan lele di Sekaralas, Widodaren, Ngawi. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...
KRONIK

Lomba Nyo’on Geddeng hingga Makan Pisang, Cara Seru Hj. Ansari Rawat Kebersamaan Warga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menggelar senam bersama dan berbagai lomba agustusan ...