Minggu
05 Juli 2026 | 3 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Sarasehan Pemikiran Bung Karno, DPD Jatim Bedah Tata Negara

PDIP-Jatim-Sri-Untari-25062022

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar sarasehan dengan tajuk “Aktualisasi Pemikiran Bung Karno di Bidang Tata Negara”, di Aula lantai 2 kantor DPD, Sabtu (25/6/2022).

Adapun narasumber yang dihadirkan, di antaranya, dosen ilmu politik Unair, Airlangga Pribadi Kusman, pegiat kajian kebangsaan dan Pancasila, Bambang Noorsena, anggota Komisi II DPR RI sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Arif Wibowo.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno, mengatakan, salah satu rangkaian dalam peringatan Bulan Bung Karno ini digelar guna memantapkan jiwa para kader dalam mengimplementasikan pemikiran Ir. Soekarno.

“Bung Karno adalah sosok manusia yang sangat jenius melampaui zamannya. Berpikir untuk bangsanya melebih dirinya sendiri dalam berbagai bidang. Mulai dari ketatanegaraan, kesenian, keilmuan, kepemerintahan, dan berbagai hal lain,” ujarnya.

Tema yang dipilih juga berkaca dengan kondisi saat ini, di mana sistem ketatanegaraan tidak berjalan semestinya. Fungsi MPR yang seharusnya sebagai penengah dan memegang kekuasaan tertinggi, kini menjadi setara dan berpotensi menimbulkan kericuhan.

Karena itu perlu pemikiran-pemikiran Bung Karno untuk mengembalikan nilai-nilai Pancasila yang sebelumnya sempat melenceng.

“Lembaga negaranya tidak ada yang lebih tinggi, sehingga satu sama lain bisa saling bertarung. Jadi, dari sarasehan ini kita bisa memberi gambaran bahwa Indonesia harusnya ketatanegaraannya bukan begini,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Whisnu Sakti Buana. Ia mengatakan, keadaan ini harus dibedah dan dibenahi agar tidak semakin keluar dari dasar ideologi bangsa.

“Sarasehan juga ingin membedah semua pemikiran Bung Karno. Hari ini kita bicara demokrasi Indonesia, menurut kami sudah keluar jalur dari Pancasila,” ujarnya saat membuka acara sarasehan.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Arif Wibowo, mengungkapkan, bahwa sesungguhnya negara dibangun oleh dan untuk bangsa. Indonesia adalah negara kesatuan dengan dasar negara Pancasila yang harus terus dijaga dan dikawal agar tidak menjadi liberal.

“Sekarang coba kita hidupkan kembali garis besar dari pada haluan negara. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama tentang susunan sistem ketatanegaraan yang akan kita bakukan untuk negara kita ke depan,” tandasnya.

Sekadar informasi, gelaran sarasehan tersebut berlangsung bersamaan dengan Lomba Sajian Kuliner Mustika Rasa yang juga digelar di DPD PDI Perjuangan Jatim hari ini. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Buka PKD GP Ansor Brondong, Wabup Dirham Sampaikan Pentingnya Sinergi dalam Pembangunan Daerah

LAMONGAN – Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mengajak seluruh kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor di ...
LEGISLATIF

Rakyat Lamongan Menagih Janji Pemerintah untuk Mengatasi Banjir di Kawasan Bengawan Jero

LAMONGAN – Persoalan banjir menahun di kawasan Bengawan Jero masih menjadi sorotan tajam. Masyarakat di wilayah ...
KABAR CABANG

Rakorcab, DPC Bojonegoro Targetkan 30 Persen Kuota Perempuan dan Gen Z di Tingkat Ranting

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat mesin partai hingga ...
SEMENTARA ITU...

Kirab Pusaka Hari Jadi Ngawi ke-668, Pemkab Perkenalkan Keris Kanjeng Kiai Parikesit

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar kirab pusaka sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ...
KRONIK

Peringatan 99 Tahun PNI, Hasto Kristiyanto Serukan Kader Banteng Jaga Demokrasi dan Rawat Jati Diri

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan pesan ideologis yang mendalam dalam rangka ...
KRONIK

Kebudayaan Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di Lumajang

LUMAJANG — Kemajuan suatu daerah tidak melulu diukur dari masifnya pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. ...