LAMONGAN – Suatu ketika, Kusnadi, Ketua DPRD Jatim menerima pemberian tasbih dari KH Maksum Faqih atau akrab dikenal sebagai Gus Maksum, pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Kabupaten Tuban. Sekian waktu setelah momen itu, keduanya kembali bertemu dan mengikatkan diri dalam tali persaudaraan.
Minggu (12/6/2022) petang di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Kusnadi yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim kembali bertemu dengan Gus Maksum, putra bungsu dari KH Abdullah Faqih almarhum.
Pertemuan kali ini pada acara berkirim doa memperingati satu tahun meninggalnya Fadilah Binti Sadak, ibunda dari Fujika Senna Oktavia, Bendahara DPC PDI Perjuangan Lamongan.
Diceritakan oleh Kusnadi, saat bertemu dengan Gus Maksum di waktu lampau, ia dalam kondisi sakit lumayan berat. Namun, lanjut dia, bukannya diberi minuman yang diberi doa-doa agar cepat sembuh, malah diberi sebuah tasbih berumur 20 tahun.
“Ya, waku itu saya bukan dibawakan minuman yang diberi doa, tapi harta berharga yang merupakan peninggalan kakek Gus Maksum,” katanya.
Sekian waktu setelah sembuh, Kusnadi mengaku dirinya kembali lagi ke Ponpes Langitan di Kecamatan Widang, Tuban untuk menemui Gus Maksum.
“Saat itulah saya diangkat sebagai saudara oleh Gus Maksum sampai sekarang, begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.

Sementara pada pertemuan kali ini, pada momen haul Fadilah Binti Sadak almarhumah, juga tidak disangka oleh Kusnadi.
“Tak lupa kami sampaikan terima kasih atas kehadiran guru sekaligus saudara, KH Maksum Faqih dan KH Mustaqim (Ketua Rois Syuriah PC NU Babat) yang kedatangannya tak terduga,” ucap Kusnadi.
Kusnadi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang hadir dalam acara berkirim doa tersebut. Yakni kepada warga dan tokoh masyarakat setempat, keluarga besar PDI Perjuangan Jatim dan Lamongan, serta sejumlah tokoh partai.
Acara haul dimulai dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil bersama yang dipimpin oleh Ustad Iskandar.
Gus Maksum dalam petuahnya pada acara itu menyampaikan pentingnya mengirimkan doa bagi ahli kubur dari keluarga yang telah meninggal dunia.
“Doa yang kita kirimkan ke ibu, bapak maupun keluarga yang meninggal akan sampai ke mereka. Karena sebenarnya mereka juga menunggu doa-doa dari kita,” tutur Gus Maksum. (mnh/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











