Rabu
04 November 2026 | 10 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Blitar Djadoel, Upaya untuk Selalu Mengingat Sejarah

pdip jatim - Samanhudi - Bazaar Blitar Djadoel V 2015

pdip jatim - Samanhudi - Bazaar Blitar Djadoel V 2015BLITAR – Wali Kota Samanhudi Anwar mengingatkan seruan Bung Karno, agar jangan melupakan sejarah. “Perjalanan panjang bangsa ini, tidak bisa meninggalkan jejak sejarah maupun jejak kepahlawanan para founding father kita,” kata Samanhudi Anwar.

Pernyataan itu disampaikan Samanhudi di sela acara pembukaan bazaar Blitar Djaman Doeloe (Blitar Djadoel) ke-V. Blitar Djadoel ini merupakan rangkaian kegiatan hari jadi Kota Blitar ke-109. Agenda ini dilaksanakan mulai Rabu (15/4/2015) hingga Minggu (19/4/2015).

“Sejarah perjalanan bangsa, tidak sekadar diingat atau tidak dilupakan saja, tapi lebih jauh bagaimana kita semua bisa mensuritauladani perjalanan sejarah tersebut, dan bisa menjadi cerminan masa depan kita lebih baik,” ujarnya.

Terkait dengan Blitar Djadoel ini, jelas Samanhudi, kegiatan ini juga merupakan media untuk menumbuhkembangkan semangat cinta budaya asli Indonesia, mempertahankan nilai positif tradisi dan budaya bangsa, sekaligus memperkuat karakter dan jati diri warga Kota Blitar.

“Melalui Blitar Djadoel, kita serasa diingatkan tentang darimana kita berasal, dulu kita seperti apa, agar saat ini, dan di masa mendatang kita bisa menjadi manusia yang lebih baik,” kata pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar itu.

Tahun ini bazaar Blitar Djadoel dilaksanakan di alun-alun, mengingat pada sekitar tahun 90-an Kota Blitar memiliki pasar murah yang dikenal dengan istilah PPAP (Pameran Pembangunan dan Arena Promosi) yang tempatnya juga di alun-alun Kota Blitar. Penempatan Blitar Djadoel di alun-alun juga diharapkan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Peserta dan pengisi stand diikuti semua SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Blitar, BUMN, BUMD, Ormas, Seniman dan berbagai unsur profesi lainnya. Jumlah standnya ada 138 stand yang akan memamerkan makanan olahan tradisional, kesenian tradisional, benda-benda zaman dahulu, kerajinan tangan, foto-foto Blitar Djadoel,” jelas Hudi, sapaan akrabnya.

Dia juga berharap, Bazaar Blitar Djadoel V ini bisa menjadi salah satu agenda kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Terlebih pelaksanaan bazaar maupun ragam produk yang dipamerkan semakin beragam dan lengkap. Sehingga wisatawan bisa menikmati gambaran utuh situasi dan kondisi Kota Blitar zaman dulu.

“Bazaar Djadoel adalah wujud nyata dari semangat ekonomi kreatif. Saya yakin efek ekonomi dari Bazaar Blitar Djadoel ini akan sangat besar. Selain itu, mudah-mudahan kegiatan ini dapat memperkuat ikatan persatuan kita sebagai wong Blitar yang punya semboyan rukun agawe santoso,” harapnya. (ven)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Damkar Sulit Masuk Gang Sempit, Sony Usulkan Pengadaan Armada Kecil di Kota Malang

MALANG – Sulitnya akses mobil pemadam kebakaran (damkar) ke kawasan permukiman padat penduduk menjadi perhatian ...
KRONIK

Izin TPA Mrican Terbit, Agung Dorong Pemilahan Sampah dari Tingkat RT

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akhirnya mengantongi izin penggunaan kawasan hutan milik Perum ...
KRONIK

Stadion Ketonggo Ngawi Siap Antar Persinga Ikuti Liga 3, Tinggal Pasang CCTV

NGAWI – Stadion Ketonggo Kabupaten Ngawi terus dipersiapkan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 3 Nusantara ...
LEGISLATIF

Pilkades Serentak Jombang 2027 Diikuti 286 Desa, Komisi A DPRD Kawal Anggaran dan Regulasi

JOMBANG – Sebanyak 286 desa di Kabupaten Jombang direncanakan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak ...
KRONIK

Agus Wicaksono Buka KLIK DALAK di Lumajang, Tegaskan Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat

LUMAJANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Agus Wicaksono, secara resmi membuka kegiatan Klinik ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siapkan Intervensi Ekonomi di Kawasan Rawan Narkoba Surabaya

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan intervensi ekonomi dan pemberdayaan UMKM di kawasan rawan ...