Senin
03 Agustus 2026 | 4 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tjahjo: Peran Maksimal Forkompinda Perlu untuk Cegah ISIS

pdip-jatim-tjahjo-kumolo-200221

JAKARTA – Mendagri Tjahjo Kumolo minta semua pemangku jabatan pemerintahan di Indonesia waspada terhadap segala bentuk bahaya Islamic State Of Iraq and Syria (ISIS). Alasannya, sebut Tjahjo, karena pola radikalisasi dan gerakan terorisme belakangan ini semakin kaya pola, dengan berbagai aksi-aksi kekerasan yang cenderung meresahkan masyarakat.

“Jadi harus benar-benar dicermati dan diwaspadai. Apalagi kawasan ASEAN dan Asia Pasifik masih menjadi ajang pengaruh negara besar dan dinamika politik Timur Tengah. Pada konteks ini posisi negara harus hadir menjawab tantangan yang semakin kompleks di masyarakat kita,” kata Tjahjo Kumolo, Selasa (31/3/2015).

Dalam mengantisipasi hal tersebut, keta Tjahjo, pembentukan tim terpadu dari pusat sampai daerah harus dapat berperan maksimal. Terutama di tingkat daerah, peran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) harus dapat bertindak tegas, di antaranya memaksimalkan koordinasi dan solid menjaga, serta melakukan deteksi dini.

“Rencana aksi yang bersifat silent harus dilaksanakan guna mewujudkan stabilitas dan kondisi sosial, hukum keamanan dalam negeri yang kondusif. Hal ini penting guna mengantisipasi penanganan konflik sosial termasuk pencegahan paham radikal atau terorisme yang mulai merasuk di semua elemen masyarakat,” urai mantan Sekjen PDI Perjuangan itu.

Dia mengungkapkan hal tersebut, agar jangan sampai terjadi konflik sosial bernuansa SARA. Demikian juga dengan sengketa lahan, dan upaya kelompok teroris memperkuat basis wilayah dan kaderisasi, dapat terus diredam.

Karena jika tidak, imbuhnya, ancaman aksi teror secara nasional dapat berkembang. “Jadi deteksi dini sangat dibutuhkan. Karena gerakan kelompok separatis juga masih muncul di beberapa daerah seperti di Papua dan Aceh,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tulungagung Supriyono mendesak agar Bupati Tulungagung lebih pro aktif dengan mengumpulkan forpimda dan tokoh agama untuk menangkal aliran ISIS. Hal itu disampaikan Supriyono pasca ditangkapnya Ridwan Sungkar, warga Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru Tulungagung terduga ISIS.

Menurut dia, penangkapan itu merupakan indikasi adanya aliran ISIS yang berkembang di Tulungagung. “Bupati terkesan lambat dan kurang peduli terhadap situasi ini. Seharusnya, jauh sebelum kejadian ini, bupati sudah punya aksi antisipasi untuk persempit ruang gerak kelompok ini,” tegas pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung itu.

Dia menambahkan, sebetulnya gerakan radikal ini sudah lama muncul di Tuluangung. Hanya, tidak ada perhatian serius dari jajaran pemkab setempat. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Guru Tanamkan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran

Ketua Bapemperda DPRD Jatim Yordan Batara Goa mendorong guru mengintegrasikan moderasi beragama dalam pembelajaran ...
SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Bangkalan Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BANGKALAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang ...
KRONIK

HUT ke-11 Asosiasi BPD, Erma Harap Semakin Solid dan Inspiratif

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengucapkan selamat HUT ke-11 ...