Jumat
14 Agustus 2026 | 6 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Suguhkan Nuansa Pedesaan di Tengah Kota, Inda Raya Apresiasi Restoran Srasadesa

pdip-jatim-220408-mdn-kt-srasa-desa-1

MADIUN – Wakil Wali Kota Inda Raya mengatakan, ekonomi Kota Madiun tumbuh cukup signifikan pada 2021 lalu. Biarpun di tengah pandemi Covid-19, ekonomi Kota Pendekar tumbuh hingga 7 persen.

Geliat pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi ini bisa dilihat dengan munculnya sejumlah bidang usaha baru di Kota Pendekar.

Yang terbaru, adalah Srasadesa Restoran di Jalan Jawa, yang diresmikan Wali Kota Maidi didampingi Wawali Inda Raya, Kamis (7/4/2022) malam.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, pertumbuhan ekonomi Kota Pendekar di angka minus 3.39 persen pada 2020 lalu.

Ekonomi lantas melejit di angka 4,73 persen pada 2021. Pertumbuhan itu tak terlepas dari upaya pembangunan sektor-sektor perekonomian baru oleh Pemerintah Kota Madiun.

“Memang Kota Madiun potensial untuk bidang jasa dan perdagangan. Kota kita memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan,” kata Inda Raya, Jumat (8/4/2022).

Politisi PDI Perjuangan ini menyebut, restoran Srasadesa menyuguhkan nuansa pedesaan di tengah kota.

Selain desain tempatnya, menu makanan yang ditawarkan juga ala pedesaan. Tak heran, Srasadesa cukup berbeda di tengah nuansa perkotaan di Kota Pendekar.

“Ini terobosan yang hebat mengingat ada banyak konsumen yang mencari nuansa seperti pedesaan namun dengan akses yang cukup mudah,” ujarnya.

“Kita harus ingat, bahwa kota kita dikelilingi 11 kabupaten. Mereka ini kan punya kesukaan masing-masing. Siapa tahu malah mencari yang bernuansa pedesaan seperti ini,” imbuh Inda.

Selain restoran berkonsep tradisional, yang berkonsep modern juga terus bermunculan. Setelah McDonald’s, Starbucks dan Burger King juga dalam proses pembangunan tempatnya.

Artinya, jelas Inda, pilihan kuliner di Kota Madiun bakal semakin lengkap. Dengan kondisi tersebut, diharapkan Kota Madiun semakin mendatangkan keramaian dan kemajuan kota hingga meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kuliner itu potensial, karena tidak bisa diwakilkan. Mereka harus datang sendiri untuk mencoba, untuk membuktikan. Kalau enak, pasti akan kembali lagi,” pungkasnya. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Simak Pidato Kenegaraan Presiden RI, Jumlah Warga Miskin 58,38 Ribu

MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan ...
KRONIK

Bupati Lukman Ingatkan Bahaya Polarisasi Digital: “Jangan Telan Mentah-Mentah Opini Medsos”

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa tantangan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Minta Capaian Pemerintah Diuji dengan Kondisi Riil Masyarakat

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, minta capaian pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo ...
KRONIK

Alfan PDIP Jember Minta Pembangunan KDMP Tidak Boleh Abaikan Hak Masyarakat

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menilai persoalan lahan dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa ...
KRONIK

Kisah Nenek Tumisah di Sidoarjo: Hidup Bersama Cucu, Kesulitan Makan hingga Menunggak Biaya Sekolah

SIDOARJO — Masalah kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi ganjalan nyata bagi sebagian warga di ...
KRONIK

Pulang Sekolah, Masak untuk Ibu: Kisah Marfel, Bocah 11 Tahun yang Belajar Menjadi Kuat

KEDIRI – Seragam merah putih itu masih melekat ketika Marfelino Dhuha Saputra pulang sekolah, Kamis (13/8/2026) ...