Sabtu
30 Mei 2026 | 4 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Tak Mungkin Anulir Rekomendasi Rakernas yang Putuskan Mega Ketum”

pdip jatim - jokowi mega tjahjo puan di rakernas semarang
pdip jatim - jokowi mega tjahjo puan di rakernas semarang
Megawati Soekarnoputri saat di Rakernas IV PDI Perjuangan di Semarang

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma memastikan Megawati Soekarnoputri kembali menjabat Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2015-2020. Kata Eva, tidak ada alasan untuk menganulir hal tersebut, sebab keputusan itu hasil dari Rakernas IV PDI Perjuangan di Semarang 2014.

“Kami tidak mungkin anulir Bu Mega dari ketum. Itu keputusan Rakernas PDI Perjuangan 2014. Kalau kami anulir, lucu jadinya,” kata Eva, yang menjadi Ketua Steering Committee Kongres IV, Kamis (26/3/2015).

Kongres IV bakal berlangsung 8-12 April di Bali. Menurutnya, kongres kali ini sekaligus bentuk penegasan sikap PDI Perjuangan yang mendukung pemerintahan saat ini.

Meski mendukung, tambah Eva, PDI Perjuangan tetap akan mengritik pemerintah terkait kebijakan yang merugikan rakyat. “Semua di kongres akan melakukan penataan internal dan posisi partai disesuaikan dengan program pemerintah. Sesuai putusan politik, nawacita, dan Pancasila dengan basis trisakti,” jelasnya.

Terpisah, pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Mada Sukmajati berpendapat, saat ini Megawati Soekarnoputri masih dibutuhkan PDI Perjuangan. “Saya kira belum ada kader di PDI Perjuangan memiliki level yang menyamai Megawati dalam konteks ‘solidarity maker’,” kata Mada di Yogyakarta, Rabu (25/3/2015).

Menurut dia, model kepemimpinan yang mengutamakan solidaritas itu membuat faksi-faksi yang ada di partai ini tidak terpecah. Selain itu, tambah dia, kekuatan ideologi juga menjadi salah satu faktor penting yang membedakan PDI Perjuangan dengan partai lainnya. Ideologi itu rekat dengan sosok Soekarno yang juga tidak terpisahkan dari sosok Megawati.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan mengatakan, survei Poltracking Indonesia yang menyebut keturunan Soekarno tidak layak memimpin PDI Perjuangan dinilai sebagai pesanan dari pihak tertentu untuk memecah belah internal partai.

“Pastilah pesanan pihak-pihak yang tidak suka terhadap soliditas di PDI Perjuangan,” tegas Trimedya, di gedung DPR, Jakarta, Rabu.

Meski demikian, kata Trimedya, survei tersebut tidak akan membelah kesolidan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu. Sebab, kader PDIP telah sepakat agar Megawati kembali memimpin untuk lima tahun ke depan.

“Tapi kita yakin tidak terpengaruh dengan hasil survei itu. Karena waktu Rakernas di Semarang Pak Jokowi yang meminta,” tegas Wakil Ketua Komisi III DPR itu. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Penerapan Smart Lighting pada 10.000 Titik PJU Baru di Surabaya

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Dishub memperluas penerapan smart lighting pada program ...
KABAR CABANG

Pra-event Soekarno Fun Run 2026, Ketika Jalanan Jember Dipenuhi Langkah Anak Muda

Puluhan anak muda memadati pra-event Soekarno Fun Run 2026 di Jember. Bukan sekadar olahraga, lari kini menjadi ...
KRONIK

Pentas Teater “Mega-Mega”, Awali Rangkaian Perayaan Bulan Bung Karno di Ngawi

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi riuh dengan puluhan anak muda pada Jumat (29/5/2026) ...
KABAR CABANG

Bantuan DPD PDIP Jatim, Kurban di Kota Blitar Jangkau Lebih Banyak Warga

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menyalurkan ratusan paket daging kurban kepada masyarakat Sukorejo pada Idul Adha ...
KRONIK

32 Raperda Tulungagung Macet, Bapemperda DPRD Dorong Pemkab Lakukan Percepatan

TULUNGAGUNG – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Tulungagung mendorong pemerintah ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Se- Kabupaten Probolinggo Diminta Perkuat Kerja Kerakyatan hingga Desa

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kepengurusan PAC PDI Perjuangan Se-Kabupaten Probolinggi mesti bersinergi dengan DPC dan ...