Senin
03 Agustus 2026 | 2 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Minta Pemkot Surabaya Tetap Gelar Pemilihan Cak dan Ning

ilustrasi cak dan ning

ilustrasi cak dan ningSURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji benar-benar menyesalkan kebijakan pemerintah kota yang telah menghapus event pemilihan Cak dan Ning Surabaya. Sebab, salah satu ikon Kota Surabaya itu merupakan agenda tahunan yang sudah berlangsung cukup lama, yakni sejak 1981 dan selama ini sudah berjalan cukup baik.

Kata Armuji, even pemilihan Cak dan Ning Surabaya merupakan upaya pelestarian budaya lokal yang harusnya tetap dijaga dan dilestarikan. Sampai sekarang, alumninya sudah cukup banyak dan di antaranya sudah mampu membawa nama Surabaya ke tingkat nasional, bahkan dunia internasional.

“Salah satunya Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira, yang juga Ning Surabaya 2012,“ ungkap Armuji, Minggu (22/3/2015).

Pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menambahkan, bahwa kebudayaan daerah adalah salah satu aset kebudayaan nasional. Dalam konsep ketahanan nasional, jelasnya, pelestarian kebudayaan daerah sangat diperlukan agar bangsa ini tetap maju dan tumbuh tanpa kehilangan jati dirinya.

Event pemilihan Cak dan Ning Surabaya, lanjut dia, ini harus dipandang sebagai salah satu perwujudan bela negara. Terlebih pesertanya adalah semuanya anak muda sebagai generasi penerus bangsa.

Sesuai konsep dan tujuan diselenggarakannya event pemilihan Cak dan Ning Surabaya ini adalah untuk menjadikan mereka sebagai Duta Wisata Kota. “Harusnya pemkot melakukan evaluasi, kalau kualitas output-nya menurun ya dicari penyebabnya. Pemkot dalam hal ini dinas pariwisata harus segera melakukan perbaikan. Pelaksananya kan mereka, kok yang disalahkan evennya?” ujar Armuji.

Alasan Pemkot Surabaya meniadakan acara ini, dengan mengalihkan anggarannya untuk kegiatan promosi wisata ke Singapura patut dipertanyakan. Di satu sisi, tambah dia, pemkot menilai masih ada persoalan terhadap kualitas produk budaya daerahnya, tetapi di sisi lain ngotot promosi wisata ke mancanegara.

“Lantas wisata apa yang mau mereka promosikan. Saya minta dinas pariwisata dan walikota segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini. Dan agenda pemilihan Cak dan Ning tetap bisa terselenggara seperti tahun-tahun sebelumnya,“ tandasnya. (pri/*)

sumber foto: fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Bangkalan Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BANGKALAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang ...
KRONIK

HUT ke-11 Asosiasi BPD, Erma Harap Semakin Solid dan Inspiratif

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengucapkan selamat HUT ke-11 ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Temui Sopir Angkot Malang, Dewanti Dorong Dialog Cari Solusi Trans Jatim Koridor II

DPRD Jatim akan menemui sopir angkot Malang Raya yang menolak Trans Jatim Koridor II. Dewanti Rumpoko mendorong ...