Jumat
23 Oktober 2026 | 2 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Minta Pemkot Surabaya Tetap Gelar Pemilihan Cak dan Ning

ilustrasi cak dan ning

ilustrasi cak dan ningSURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji benar-benar menyesalkan kebijakan pemerintah kota yang telah menghapus event pemilihan Cak dan Ning Surabaya. Sebab, salah satu ikon Kota Surabaya itu merupakan agenda tahunan yang sudah berlangsung cukup lama, yakni sejak 1981 dan selama ini sudah berjalan cukup baik.

Kata Armuji, even pemilihan Cak dan Ning Surabaya merupakan upaya pelestarian budaya lokal yang harusnya tetap dijaga dan dilestarikan. Sampai sekarang, alumninya sudah cukup banyak dan di antaranya sudah mampu membawa nama Surabaya ke tingkat nasional, bahkan dunia internasional.

“Salah satunya Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira, yang juga Ning Surabaya 2012,“ ungkap Armuji, Minggu (22/3/2015).

Pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menambahkan, bahwa kebudayaan daerah adalah salah satu aset kebudayaan nasional. Dalam konsep ketahanan nasional, jelasnya, pelestarian kebudayaan daerah sangat diperlukan agar bangsa ini tetap maju dan tumbuh tanpa kehilangan jati dirinya.

Event pemilihan Cak dan Ning Surabaya, lanjut dia, ini harus dipandang sebagai salah satu perwujudan bela negara. Terlebih pesertanya adalah semuanya anak muda sebagai generasi penerus bangsa.

Sesuai konsep dan tujuan diselenggarakannya event pemilihan Cak dan Ning Surabaya ini adalah untuk menjadikan mereka sebagai Duta Wisata Kota. “Harusnya pemkot melakukan evaluasi, kalau kualitas output-nya menurun ya dicari penyebabnya. Pemkot dalam hal ini dinas pariwisata harus segera melakukan perbaikan. Pelaksananya kan mereka, kok yang disalahkan evennya?” ujar Armuji.

Alasan Pemkot Surabaya meniadakan acara ini, dengan mengalihkan anggarannya untuk kegiatan promosi wisata ke Singapura patut dipertanyakan. Di satu sisi, tambah dia, pemkot menilai masih ada persoalan terhadap kualitas produk budaya daerahnya, tetapi di sisi lain ngotot promosi wisata ke mancanegara.

“Lantas wisata apa yang mau mereka promosikan. Saya minta dinas pariwisata dan walikota segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini. Dan agenda pemilihan Cak dan Ning tetap bisa terselenggara seperti tahun-tahun sebelumnya,“ tandasnya. (pri/*)

sumber foto: fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...
KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...
KRONIK

Sri Untari Ajak Emak-emak di Malang Berdoa Bersama Memohon Hujan

MALANG – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Ajak Santri Terus Mengabdi untuk Negeri

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, mengajak seluruh santri untuk terus ...