Rabu
30 September 2026 | 5 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lewat Festival Mentari, Pemkab Banyuwangi Ajak Warga Rawat Sumber Mata Air

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-24032022

BANYUWANGI – Banyuwangi memiliki ratusan sumber mata air. Upaya mengajak masyarakat untuk menjaga mata air, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Mentari (Menjaga Mata Air) di kawasan hutan bambu Dam Londo, Kecamatan Licin, Selasa (22/3/2022).

Seperti diketahui, Banyuwangi memiliki 348 sumber mata air yang tersebar di Banyuwangi. Sumber mata air tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Banyuwangi yang diperkirakan mencapai 257 juta liter air per hari.

“Keberadaan air tanah sangat dibutuhkan. Tidak hanya bagi manusia, tapi juga hewan dan tumbuhan. Maka merawat sumber mata air menjadi keharusan agar keberlangsungannya terus terjaga,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat membuka Festival Mentari.

Komitmen merawat sumber mata air di Banyuwangi dilakukan melalui gerakan menanam pohon secara serentak di sekitar sumber-sumber mata air. Kali ini, sekitar 2.500 pohon buah ditanam di sumber mata air se-Banyuwangi, seperti pohon alpukat dan jambu madu deli.

“Ini merupakan upaya menyelamatkan ekosistem alam dari hulu hingga hilir. Lewat festival ini kita mengajak masyarakat mulai merawat mata air. Mari mulai menanam pohon agar sumber-sumber mata air kembali bermunculan,” jelas Bupati Ipuk.

Ia juga menjelaskan, kampanye tanam pohon tersebut juga dapat menambah pasokan oksigen dan mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

“Saya minta para camat dan kepala desa untuk terus mendorong warganya menggalakkan menanam pohon. Terutama mereka yang bermukim di sekitar sumber mata air, maupun yang dekat dengan lahan kritis, misalnya tepi-tepi sungai,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

“Upayakan menanam pohon buah. Selain dapat menjaga lingkungan, hasil buahnya juga bisa dikonsumsi oleh warga sekitar,” tandasnya.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan, dipilihnya Sumber Mata Air Dam Londo Desa Tamansari tersebut karena sumber air di sini dimanfaatkan warga untuk mengairi lahan sawah warga sekitar. Tak kurang 15 hektar sawah di desa itu bergantung dari Dam Londo ini.

“Selain juga mendukung Dam Londo menjadi destinasi wisata di Banyuwangi, dam tersebut juga merupakan dam peninggalan jaman Belanda yang sarat dengan histori. Ini yang juga ingin kita angkat,” kata Yani, sapaan akrab Dwi Handayani.

“Tidak ada jalan lain kecuali mempertahankan debit air tidak semakin berkurang. Selain dengan rajin menanam pohon, kita juga harus menghemat penggunaan air,” ujar Yani.

Selain kampanye penanaman pohon secara serentak di berbagai sumber air, kegiatan tersebut juga diawali dengan sosialisasi lingkungan yang dilaksanakan secara virtual dengan diikuti 200 peserta dari pelajar SD-SMA, serta dirangkai penebaran benih ikan nila di areal Dam Londo. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...
LEGISLATIF

Rencana Kementerian Haji dan Umrah Mengaudit Forensik BPKH, Abidin Fikri Setuju dengan Catatan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri meminta pemerintah, khususnya ...
KRONIK

Tiga Pilar Cup Ngawi; Sepakbola Lintas Profesi, Lariskan UMKM

NGAWI – Setiap sore, suasana di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi ramai oleh pertandingan sepak bola dan ...
LEGISLATIF

Pemkot-DPRD Surabaya Sepakat Desil Bukan Patokan Mutlak Penyaluran Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Surabaya sepakat tidak menjadikan klasifikasi desil dalam data ...