Senin
02 November 2026 | 12 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Berbagi Pengalaman Mengimplementasikan Ajaran BK

pdip jatim - bupati banyuwangi

pdip jatim - bupati banyuwangiBANYUWANGI – Ada yang istimewa pada Konferensi Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur yang dilaksanakan di Banyuwangi, Rabu (18/3/2015). Malam sebelum konferda, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas secara khusus beramah tamah dengan para peserta konferda di pendopo kediamannya.

Sembari menikmati sajian kuliner dan kesenian tradisional khas Banyuwangi, Bupati Anas membagikan pengalamannya dalam mengimplementasikan ajaran Bung Karno (BK) dalam pemerintahannya bersama Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko yang merupakan kader PDI Perjuangan.

Salah satu ajaran Bung Karno yang ia terapkan adalah berdikari dalam ekonomi. “Kami bersama kawan-kawan di DPRD, mencoba menerjemahkan visi besar Bung Karno, bahwa rakyat tidak hanya butuh kredit tapi juga proteksi. Saat ini kami memberikan kredit yang 30%-nya adalah kredit konsumtif, dan 70% kredit produktif,” papar dia.

Namun selain itu, Anas dan Yusuf juga membuat kebijakan yang melindungi masyarakat. Selama setahun ini pihaknya tidak mengeluarkan izin baru untuk pendirian minimarket. Selain itu pemkab Banyuwangi juga tidak mengizinkan pendirian mal di tengah kota.

Menurut Anas, income per kapita Banyuwangi untuk tahun 2013 sudah 25,5 juta/tahun. Targetnya sampai mencapai 30 juta/ tahun. “Setelah 36 juta nanti baru mal boleh masuk Banyuwangi. Kami tidak izinkan mal masuk tengah kota. Lebih baik minggir. Karena itu tidak berkait langsung dengan kesejahteraan rakyat, jadi ekonomi rakyat harus kita proteksi,” ujar dia.

Untuk membangun kebudayaan yang berkepribadian sebagaimana diajarkan dalam Tri Sakti Bung Karno, Azwar menceritakan bagaimana ia membatasi baliho dan reklame di dalam tata ruang Banyuwangi. “Kita atur betul agar ruang terbuka hijau tidak terampas dengan keberadaan iklan-iklan itu. Kita utamakan kenyamanan hidup warga dalam menikmati pemandangan alami di Banyuwangi,” jelas dia.

Azwar juga mengisahkan bagaimana ia mengubah citra Banyuwangi yang dulu lebih dikenal dengan mistisnya itu menjadi kota yang dikenal karena potensi wisatanya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan konsep ekowisata.

Menurut dia, masyarakat butuh contoh, itu lah mengapa kemudian pendopo yang semula kumuh dan tidak ditempati itu disulap menjadi pendopo lengkap dengan guess house, contoh rumah tradisional suku Osing (suku asli Banyuwangi-red) serta palataran yang ditata asri dan nyaman. Konsepnya adalah back to nature dan green architecture. Diharapkan di pendopo itu siapa saja bisa melihat miniatur dari visi Banyuwangi yang nyaman, bersih dan berkepribadian.

Tidak ada barang mewah di tempat itu. Mebeleurnya memanfaatkan kayu bekas. Lantainya dari tekel biasa yang berkesan kuno. Halamannya dibiarkan berumput dan terawat. “Kami ingin mengajarkan pada masyarakat bahwa bagus itu tidak harus mahal. Dan itu lah yang kita jual sebagai potensi wisata,” kata dia.

Selaon itu, Banyuwangi memiliki berbagai destinasi wisata alam yang menarik. Diantaranya Kawah Ijen, Pulau Merah, hutan lindung, dan beberapa pantai. Dengan sedikit kreatifitas, kunjungan wisata juga didongkrak dengan diselenggarakannya berbagai festival. Dalam setahun ada puluhan festival yang sudah terjadwal penyelenggaraannya. Mulai dari festival Tari Gandrung, Etno Fashion Carnival, Balap Sepeda Tour de Ijen, Kids Surfing Internasional, Festival Jazz, dan sebagainya. Tak sedikit dari event itu yang tarafnya internasional.

Azwar mencontohkan bagaimana ia menaikkan pamor batik Banyuwangi di ajang Indonesia Fashion Week beberapa waktu lalu. Batik-batik yang didesain oleh designer ahli itu dimaksudkan untuk membawa design batik lokal di ajang internasional. “Basicnya lokal tapi kita ingin masuk dunia global,” jelas Azwar.

Keberhasilan Azwar memimpin Banyuwangi hingga bisa menjalankan berbagai program seperti sekarang, diakuinya juga berkat kerjasama dan dukungan PDI Perjuangan. “Kami harap kerjasama ini dapat terus berjalan harmonis hingga kesejahteraan rakyat benar-benar terwujud. Angka kemiskinan di Banyuwangi sudah turun drastis dari 20,5% menjadi 9,5% pada tahun ini. Jadi tugas kita masih panjang karena masih ada orang miskin,” pungkas dia. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bangkalan Sabet Tiga Penghargaan Wilwatikta Awards, Bupati Lukman: Ada Kerja Keras Petani

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan meraih tiga kategori penghargaan dalam ajang Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026. ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Turnamen Voli Pantai Trans Group, Dorong Regenerasi Atlet

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, membuka Turnamen Voli Pantai Trans Group di kawasan Pantai ...
SEMENTARA ITU...

Suroboyo Wani di Tugu Pahlawan, Menghidupkan Kembali Api Perjuangan Arek-Arek Surabaya

SEBUAH permainan bola berlangsung riang di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Seorang pemuda bernama Soegiharto ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...