Jumat
18 September 2026 | 9 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Haul Nyai Hj. Mukarromah As’ad, Ning Dyah Ajak Perkuat Tali Silaturrahim

PDIP-Jatim-Ning-Dyah-05032022

PAMEKASAN – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Huda Sumber Nangka Duko Timur, Larangan, Pamekasan, menggelar Haul Nyai Hj. Mukarromah As’ad dan Hari Lahir (Harlah) ke-115 Pondok Pesantren AL-Huda. Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda, Nyai Hj. Aisyatul As’adiyah, mengatakan, tujuan diadakannya haul adalah untuk meneladani para leluhur dan muassis Pondok Pesantren Al-Huda.

“Tujuannya haul meneladani yang dihauli, bagaimana masa hidupnya Nyai Mukarromah As’ad beserta para leluhur dan muassis Al-Huda Sumber Nangka. Bagaimana masa hidupnya Kiai Shidqie, Kiai Mudzhar, Kiai Zainuddin, Kiai As’ad, Kiai Syamsul Arifin, dan Kiai Ruham,” jelasnya, Jumat (4/3/2022).

Ning Dyah, sapaan akrabnya, menuturkan, bahwa awal mula haul berasal dari kebiasaan Sunan Ampel. Konon, Sunan Ampel punya khaddam (pelayan, red) yang Bernama Mbah Sholeh. Mbah Sholeh itu meninggal sembilan kali. Sejak tidak ada Mbah Sholeh, tidak ada yang ngisi kamar mandi. Tidak ada yang nyapu.

BACA JUGA: Bergabung dengan PDI Perjuangan, Ini Pesan Cucu KHR. As’ad Syamsul Arifin

“Karena itu, Sunan Ampel memanggil Mbah Sholeh, terus bangun itu nyapu, ngisi air, meninggal lagi, dipangngil lagi kayak itu hidup lagi dipanggil lagi, hidup lagi. Setelah berkali-kali hidup ditanya sama Sunan Ampel, ‘Sholeh, kamu waktu meninggal melihat apa? Dijawab, ‘Itu Sunan, kalau ada orang selametan, haul itu, kelihatan oleh saya. Apa yang mereka kasih, semisal ngasih makanan, ngasih jajan, itu kelihatan. Artinya, itu nyampek pada yang meninggal,” tuturnya.

Ketua Dewan Pertimbangan DPC PDI Perjuangan Pamekasan itu juga menegaskan, bahwa dengan menggelar haul untuk seseorang yang sudah meninggal, maka orang-orang yang sekerabat juga mendapatkan ‘kiriman’ dari haul tersebut. Karena itu, tambah Ning Dyah, doa dan shadaqah yang dikeluarkan pada acara haul, pahalanya akan sampai pada orang yang sudah meninggal dunia.

“Senang rasanya kerumunan yang dikirim itu. Misalnya, ngeholin (menggelar haul, red) Kiai Syamsul, itu orang-orang yang meninggal itu berkerumun ikut makan, ikut hadir ke hol. Karena itu, kalau saya ngeholin Juk Syamsul, Juk Zainuddin, pahalanya akan sampai pada mereka, dan mereka pun tidak perlu ngampong sama teman-temannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ning Dyah berharap, masyarakat tetap menjaga tradisi haul untuk para keluarga yang sudah meninggal dunia. Selain untuk selalu belajar pada jejak para leluluhur, haul juga dapat mempererat tali silaturrahim antara saudara dan tetangga.

“Dengan berhaul kita akan mempererat tali silaturrahim. Memperkuat semangat gotong royong, bahwa dalam kehidupan berbangsa-bernegara, masyarakat kita itu tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan kekompokan,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Run Jangan Berhenti Jadi Kompetisi Lari

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah ingin Soekarno Run BWX di Banyuwangi tidak berhenti ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Penerima Bansos Tak Lagi Semata Mengacu Desil, Muskel Jadi Penentu Prioritas

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penentuan penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Surabaya ...
EKSEKUTIF

P-APBD 2026 Kabupaten Malang Disepakati, Sanusi Tekankan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang bersama DPRD Kabupaten Malang menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...