Selasa
01 September 2026 | 4 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Reses, Ningsih Serap Aspirasi Seniman dan Budayawan Situbondo

IMG-20220228-WA0019_copy_1200x676_1

SITUBONDO – Anggota DPRD Situbondo dari Fraksi PDI Perjuangan, Ningsih MS, kembali menggelar pertemuan untuk menyerap aspirasi rakyat.

Kali ini, Minggu (27/2/2022), serap aspirasi dilaksanakan di kantor DPC PDI Perjuangan Situbondo, Jalan Wijaya Kusuma, Dawuhan. Acara dimulai jam 08.00 diikuti sejumlah kelompok seniman dan budayawan.

Tampak hadir seniman sepuh Situbondo, Hosnatun alias Tutun, yang baru-baru ini diutus  Bupati Situbondo, Karna Suswandi ke Kota Malang dalam rangka penguatan seni topeng Situbondo. 

“Saya kira perlu untuk mendengarkan lebih banyak masukan dan saran dari seniman dan budayawan Situbondo,” katanya.

“Sehingga saya tahu apa yang bisa saya kerjakan sebagai wakil rakyat,” imbuh politisi yang saat ini menempuh pendidikan magister di salah satu kampus di Jember.

Melibatkan seniman dalam kegiatan reses, sebagai bentuk apresiasi dari Ningsih terhadap para pegiat seni tradisional setempat.

Baginya, kearifan lokal berbasis kesenian ini perlu dirawat dan dilestarikan. Semua orang, kata Ningsih, harus saling bergotong-royong untuk menghidupkan kesenian lokal Situbondo.

“Jangan biarkan seniman berjuang sendirian merawat kearifan lokal. Bila diperlukan, kesenian lokal Situbondo termasuk topeng dikembangkan dan diajarkan kepada generasi-generasi millenial agar keberlanjutan,” katanya.

Dan yang lebih penting lagi, lanjut Ningsih, generasi milenial harus bangga terhadap kesenian lokal Situbondo.

Salah seorang seniman, Tutun, pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Ningsih lantaran mengundang dan menyerap aspirasi dari seniman dan budayawan.

“Saya merasa sangat bangga diundang dalam acara reses ini. Memang seharusnya PDI Perjuangan memperhatikan kesenian topeng ini karena merupakan bagian dari kearifan budaya lokal Situbondo,” katanya.

Menurut Hosnatun, dirinya melestarikan kesenian tari topeng melanjutkan dari orang tua. Bahkan saat ini, Tutun mempunyai banyak murid tersebar di berbagai wilayah Jatim.

Seni topeng, lanjut Tutun, tak sekadar berkesenian. Namun, ada nilai-nilai luhur ajaran agama yang tersirat. 

“Dengan kesenian topeng, dapat membentuk karakter masyarakat,” pungkasnya. (isa/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mbak Nia Kunjungi Stan MNV, Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengunjungi sejumlah stan pelaku usaha dalam ...
KABAR CABANG

Pelajar dan Mahasiswa di Lumajang Ikuti Lomba Pidato dan Baca Puisi di Kantor DPC PDI Perjuangan

LUMAJANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang diwarnai dengan ajang ...
LEGISLATIF

Lindungi Warga, DPRD Surabaya Minta Data Bantuan Fokus ke Daerah

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Pusat memberi kewenangan otonomi daerah dalam pengelolaan data ...
MILANGKORI

Hambeging Bumi, Ketika Hari Jadi Trenggalek Mengajak Warganya Kembali Bersahabat dengan Alam

Hari Jadi ke-832 Trenggalek mengusung tema Hambeging Bumi. Beragam kegiatan, dari kirab pusaka hingga menjaga ...
EKSEKUTIF

P-APBD 2026, Bupati Ngawi Sampaikan Pembangunan Jalan Poros Desa Hingga Mobil Damkar Baru

NGAWI – DPRD Kabupaten Ngawi menggelar rapat paripurna dengan agenda pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan dan ...
LEGISLATIF

Sektor Ekonomi Sumbang 66,9% PDRB Jatim, Komisi B Soroti Alokasi Anggaran Hanya 4,56%

SURABAYA — Kontribusi sektor-sektor perekonomian yang menjadi mitra Komisi B mencapai 66,9 persen terhadap Produk ...