Kamis
01 Oktober 2026 | 9 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tarik Minat Pemuda untuk Bertani, Maidi Bakal Lakukan Kajian Pertanian Modern

pdip-jatim-220214-maidi-panen-1

MADIUN – Wali Kota Maidi mengatakan, Pemkot Madiun mencari solusi untuk menarik minat kalangan muda untuk menggeluti bidang pertanian.

Menurut Maidi, masih enggannya generasi muda terjun dalam dunia pertanian bisa jadi karena masalah pendapatan.

Sebab, dalam tiga bulan hanya menghasilkan Rp 1,5 juta. Sedangkan, UMR Kota Madiun sudah Rp 1,9 juta sebulan.

Wali Kota dari PDI Perjuangan ini menegaskan, harus ada strategi untuk menarik minat generasi muda untuk mau bertani. Karena itu, dirinya ingin ada kajian hasil produk pertanian lain yang lebih menguntungkan untuk menarik minat petani muda.

Hal tersebut disampaikan Maidi saat berdialog dengan Kelompok Tani (Poktan) Kelurahan Klegen, Kota Madiun, saat menghadiri panen raya musim pertama 2022 di Kota Madiun, Senin (14/2/2022).

“Kalau yang tua habis, sedang yang muda tidak mau bertani, habis sudah. Produk dan hasil pertanian harus menarik agar mereka yang muda mau terjun. Ini yang sudah kita pikirkan,” ujar Maidi, sembari menyebut kebutuhan beras sudah dapat terpenuhi dari daerah sekitar.

Dalam dialog bersama para petani Klegen tersebut, berbagai usulan juga mengemuka. Salah satu aspirasi yang disampaikan petani adalah terkait permasalahan pupuk.

Menanggapi uneg-uneg petani, Maidi menjelaskan bahwa bantuan pupuk juga digelontorkan Pemerintah Kota Madiun di luar program pupuk bersubsidi pemerintah pusat. Harapannya, kebutuhan pupuk petani tetap tercukupi sepanjang musim tanam setiap tahunnya.

“Pemerintah pusat ada pupuk bersubsidi, tetapi memang belum semua tercukupi. Nah, kita masuk untuk menutup kekurangan ini,” kata Maidi.

Mantan Sekda Kota Madiun ini menjelaskan, Pemkot Madiun mengalokasikan setidaknya Rp 1 miliar untuk bantuan pupuk setiap tahunnya. Bantuan pupuk tersebut untuk 30 kelompok tani di Kota Madiun yang sudah berbadan hukum.

Bantuan pupuk tersebut biasanya direalisasikan pada musim ketiga. Menurut Maidi, hal itu menyesuaikan kondisi di lapangan.

Kebutuhan pupuk bersubsidi pemerintah pusat biasanya masih mencukupi untuk musim tanam pertama dan kedua. Karenanya, pemerintah daerah hadir pada musim tanam ketiga.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada padi. Pertanian kita harus pertanian modern. Ini yang mulai kita lakukan kajian-kajian,” jelasnya.

Maidi mengaku telah merinci modal petani mulai dari pupuk, bibit, sampai tenaga. Hal itu untuk melihat hasil bersih yang diterima petani. Pun, hasilnya tidak banyak.

Satu hektar lahan padi, sebutnya, hanya mengasilkan keuntungan bersih sekitar Rp 1,5 juta. Itu pun butuh waktunya tiga bulan. Padahal, kebutuhan produk pertanian tidak hanya padi.

Maidi juga mengaku tengah melakukan kajian kebutuhan produk pertanian lain yang lebih menjanjikan.

“Kebutuhan masyarakat itu kan tidak hanya beras. Ya cabai, buah, bunga untuk ziarah, dan lainnya. Sementara saat ini semua itu dipenuhi dari daerah lain. Kalau itu lebih menguntungkan, kenapa tidak kita coba sebagian lahan untuk tanaman lainnya,” ujarnya. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Soroti Potensi Kenaikan Biaya Haji 2027, Ansari PDIP: Jangan Langsung Bebankan ke Rakyat

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta pemerintah tidak menjadikan kenaikan harga ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Pantau Penyaluran Air Bersih untuk Warga Balongpanggang Terdampak Kekeringan

GRESIK – Krisis air bersih mulai menghimpit 315 kepala keluarga (KK) di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang, ...
KRONIK

Resmi Beroperasi, Pasar Banyuwangi Padukan Konsep Modern-Heritage

BANYUWANGI – Pasar Banyuwangi yang selesai direvitalisasi oleh Kementerian PU mulai beroperasi pada Kamis ...
KRONIK

Pedagang Puger Tolak Alun-Alun Diubah, Tabroni Minta Pemerintah Duduk Bersama Warga

JEMBER – Sehari setelah pedagang Pasar Tanjung berunjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, ...
LEGISLATIF

Kaji Ipuk Temui Raffa di Gang Asemrowo, Perjuangkan Hak Sekolah Anak Disabilitas

GANG sempit di kawasan Asemrowo, Surabaya, mulai lengang ketika seorang pria dengan sepeda motor RX King menyusuri ...
LEGISLATIF

Puan Ungkap Alasan Persetujuan Pergantian Kapolri di DPR Berjalan Cepat

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkap alasan proses persetujuan pergantian Kapolri di DPR berjalan cepat. ...