Kamis
08 Januari 2026 | 3 : 14

NU dan Muhammadiyah Dukung Hukuman Mati Bagi Pengedar Narkoba

pdip jatim - presiden jokowi di kantor muhammadiyah

pdip jatim - presiden jokowi di kantor muhammadiyahJAKARTA – Pimpinan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mendukung langkah pemerintah menghukum mati pengedar narkoba. Dukungan itu diungkapkan pimpinan pusat dua ormas keagamaan tersebut kepada Presiden Joko Widodo, kemarin.

PBNU sendiri menyetujui pelaksanaan eksekusi hukuman mati bagi pengedar narkoba.

“NU mendukung hukuman mati kepada pengedar narkoba, bukan pengguna,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj, usai menerima kedatangan Jokowi di kantor PBNU.

Menurut Said Aqil, hukuman mati itu sesuai Al Quran. Yakni yang menyatakan, di mana orang yang berbuat merusak di muka bumi, itu harus dibunuh, disalib dan sebagainya.

Sementara, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Malik Fadjar menyatakan, Muhammadiyah mendukung penuh kebijakan Jokowi yang menolak grasi hukuman mati terpidana narkoba. Sebab, sebut Malik Fadjar, narkoba sangat berdampak negatif terutama bagi generasi bangsa yang akan datang.

“Muhammadiyah mendukung sepenuhnya hukuman mati terhadap kejahatan narkoba,” kata Malik.

Saat di kantor PBNU di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Wijayanto. Rombongan Jokowi langsung disambut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj beserta seluruh jajaran pengurus, termasuk Marwan Jafar yang saat ini menjabat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Menurut Jokowi, silaturahim dengan jajaran PBNU untuk minta masukan mengenai sejumlah masalah. Selain soal hukuman mati untuk pengedar narkoba, juga masalah terorisme.

“Kami menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan hukuman mati terutama untuk pengedar narkoba. Di situ kami mohon pandangan NU,” jelas Jokowi kepada wartawan.

Jokowi juga minta pendapat soal hukuman mati bagi terpidana terorisme dan radikalisme. “Ketegasan ke depan harus ditingkatkan supaya kita punya kewibawaan,” ujarnya.

Usai kunjungi kantor PBNU, Jokowi melanjutkan silaturahmi ke kantor PP Muhammadiyah, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Di sana, Jokowi disambut Malik Fadjar, Bambang Sudibyo, dan sejumlah pengurus lainnya. (pri/*)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Metal, Marhaen dan Megawati

Oleh Candra Ary Fianto MENJELANG Hari Ulang Tahun ke-53 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, saya menikmati buku ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Resmi Ganti Susunan Pimpinan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan secara resmi melakukan pergantian susunan ...
SEMENTARA ITU...

Pengurus DPC Magetan Diskusi Bersama Budi Sulistyono Hal Konsolidasi Organisasi

NGAWI – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan berdiskusi dengan pengampu ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Matangkan Persiapan HUT ke-53 dan Rakernas I 2026

MADIUN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Madiun bergerak cepat mematangkan persiapan peringatan ...
KRONIK

Bangkalan Surplus Beras, Bupati Lukman Tegaskan Ketahanan Pangan Aman

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mencatat capaian membanggakan di sektor pertanian. Produksi ...
LEGISLATIF

Hj. Ansari Beri Perhatian pada Kasus Pembunuhan Bayi, Minta Aparat Segera Tuntaskan

JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, memberi perhatian serius terhadap peristiwa pembunuhan ...