Selasa
13 Oktober 2026 | 12 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Jadi Sumenep, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Berpakaian Adat Keraton

PDIP-Jatim-Bupati-Fauzi-28102021

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di daerahnya untuk memakai pakaian adat keraton saat Hari Jadi ke-752 Kabupaten Sumenep. Hal tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 556/1826/435.108.3/2021 tentang pemakaian baju adat Bangsawan saat memperingati Hari Jadi ke-752 Kabupaten Sumenep. Pemakaian baju adat bangsawan dilaksanakan pada hari Kamis-Jum’at, 28-29 Oktober 2021 yang merupakan hari kerja efektif, karena tanggal 30-31 bertepatan pada hari Sabtu dan Minggu.

Selain ASN, pemakaian baju adat keraton juga diberlakukan bagi pegawai di instansi vertikal, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dosen serta guru di lingkungan Pemkab Sumenep.

Sementara untuk siswa dan mahasiswa mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta diwajibkan mengenakan pakaian batik Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, pemkab membuat kebijakan tersebut sebagai upaya melestarikan adat dan budaya yang dimiliki Sumenep sejak zaman kerajaan dulu.

“Memakai baju adat ini sebagai upaya melestarikan dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal yang kita miliki. Kata Bung Karno berkepribadian dengan budaya,” ujar Bupati Fauzi, Rabu (27/10/2021).

Selain itu, jelas Bupati Fauzi, pemakaian baju adat keraton ini bertujuan agar para aparatur memiliki semangat dalam menjalankan tugas seperti yang telah dilakukan pendiri Kabupaten Sumenep terdahulu, yaitu Raden Arya Wiraraja.

“Seperti yang kita ketahui, Arya Wiraraja adalah tokoh yang disegani. Beliau merupakan sosok yang memiliki jasa besar mendirikan Nusantara. Oleh karenanya, kita patut mencontoh semangat perjuangan beliau,” tuturnya.

Sebab itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu, berharap Hari Jadi Sumenep tahun ini dapat dijadikan momentum menggelorakan kembali semangat perjuangan para leluhur untuk membangun Kabupaten Sumenep dengan dilandasi nilai luhur budaya.

“Saya berharap peringatan Hari Jadi ini jangan dijadikan sebagai rutinitas seremonial tahunan. Tapi harus mengandung makna dan hakikat untuk membangun Kabupaten Sumenep lebih baik demi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gelar Evaluasi Innovative Government Award, Bupati Lukman Bidik Kabupaten Terinovatif 2026

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berkomitmen memperkuat inovasi daerah untuk meningkatkan ...
SEMENTARA ITU...

32 Tim Pesantren Ikuti Liga Santri Bupati Cup 2026, Rijanto Dorong Persatuan

BLITAR – Sebanyak 32 tim futsal dari pondok pesantren se-Blitar Raya mengikuti Liga Santri Bupati Cup 2026. ...
KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...