Sabtu
18 April 2026 | 1 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Natasha Devianti Dorong Pemkab Bojonegoro Prioritaskan Penanganan Stunting

IMG-20211027-WA0025_copy_900x507

BOJONEGORO – Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Natasha Devianti mendorong pemerintah setempat untuk serius dalam menangani kasus stunting.

Pasalnya, kasus balita lambat tumbuh atau kerdil tersebut, masih menjadi persoalan serius yang belum tuntas. 

“Bojonegoro masih punya pekerjaan rumah dalam menuntaskan persoalan stunting,” ucap Natasha Devianti dalam acara Diskusi Terfokus Posyandu Remaja di Balai Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, Komisi C  menaruh perhatian serius terhadap masalah kesehatan, khususnya stunting. Masalah stunting, kata dia, harus menjadi program prioritas di Kabupaten Bojonegoro.

Sebab, kata Natasha, “Masa depan Bojonegoro ditentukan oleh generasi anak-anak kita”.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini menyatakan, persoalan-persoalan perempuan, remaja, dan kesehatan menjadi fokus perhatiannya.

Perempuan yang juga offroader ini menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal program pemerintah dalam menuntaskan persoalan-persoalan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

“Saya akan terus bersama masyarakat, mendorong pemerintah untuk serius dalam menyelesaikan masalah-masalah kesehatan dan perempuan di Kabupaten Bojonegoro,” tegas Sasha, sapaan akrab Natasha Devianti.

Sasha mengapresiasi diskusi maupun Program Penanggulangan Stunting melalui Posyandu Remaja yang diselenggarakan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan PC Fatayat NU Bojonegoro tersebut. Bagi dia, dukungan yang diberikan unsur masyarakat sangat penting dalam mewujudkan tujuan bersama.

“Kami mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan EMCL dan Fatayat. Saya rasa, Pemerintah sangat terbantu,” ucapnya.

Untuk diketahui, EMCL bersama Fatayat sudah melaksanakan Program Pencegahan Stunting sejak tahun 2020. Beberapa kali Fatayat melakukan audiensi dan diskusi dengan Komisi C DPRD Bojonegoro untuk menghasilkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tahun ini EMCL kembali menggandeng PC Fatayat NU Bojonegoro untuk melaksanakan program pencegahan stunting melalui pemberdayaan Posyandu Remaja. Program dilaksanakan di Desa Kauman Kecamatan Kota Bojonegoro dan Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu.

Sebelumnya, Fatayat melakukan penelitian yang menghasilkan formula panduan (modul) penanganan stunting di Kabupaten Bojonegoro. Fatayat juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk membuat regulasi khusus untuk prosedur penanganan stunting sejak dari level Posyandu.

“Kita akan kawal itu hingga tuntas,” pungkas Sasha. (jen/hs).

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tempatkan ASN di Setiap RW, Perkuat Program Kampung Pancasila

Eri Cahyadi menempatkan ASN sebagai pendamping di setiap RW untuk memperkuat Program Kampung Pancasila 2026 dan ...
KRONIK

Fraksi PDIP DPRD Sumenep Ngonthel ke Kantor, Hosnan: Dukung Penghematan BBM

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengimbau seluruh anggotanya untuk menggunakan sepeda ontel saat ...
EKSEKUTIF

Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem, Bupati Yani Minta PMI Gresik Perkuat Kesiapsiagaan dan Libatkan Generasi Muda

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memperkuat ...
BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...