Sabtu
06 Juni 2026 | 11 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati dan Wabup Ngawi Bergantian Tinjau Tes Calon ASN

pdip-jatim-eksekutif-100721-bupati-ony-anwar-harsono-a

NGAWI – Bupati Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko bergantian meninjau seleksi kompetensi dasar (SKD) calon aparatur sipil negara (ASN) yang dilaksanakan di Gedung Eko Kapti Ngawi, 6 sampai 13 Oktober 2021.  

Menurut Bupati Ony, pelaksanaan SKD hingga hari kedua ini berlangsung cukup baik. Terutama terkait kesiapan panitia serta penerapan protokol kesehatan.

“Mulai awal peserta masuk dan sosialisasi prokes sangat bagus,” ucap Bupati Ony kepada awak media, Kamis (7/10/2021).

Bupati Ony juga memberikan apresiasi atas transparansi, integritas, dan independensi panitia pelaksana dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) selama tes berlangsung.

Salah satunya pada proses skrining sebelum peserta memasuki ruangan yang dilakukan cukup ketat. Seperti peserta yang tidak diizinkan untuk membawa peralatan yang tidak ada kaitannya dengan tes. Diantaranya larangan membawa bolpoin, HP, jam, hingga ikat pinggang.

“Saya melihat pelaksanaan rekrutmen ASN, semakin hari semakin bagus, termasuk tingkat integritasnya,” ungkap Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu.

Sementara Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko meninjau pelaksanaan tes pada Rabu (6/10/2021) kemarin. Wabup Dwi Rianto Jatmiko mengimbau peserta tes calon aparatur sipil negara (CASN) tidak terbuai dengan praktik percaloan yang dimungkinkan gentayangan memanfaatkan momen seleksi.

Menurut wakli bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi ini, hasil seleksi bisa diakses langsung oleh peserta melalui fasilitas live scoring yang sudah disediakan pemerintah.

Seleksi bagi calon pelaksana tugas pemerintahan di Ngawi digelar selama 7 hari itu dibagi dalam 20 sesi. Dalam satu hari, terdapat 3 sesi. Masing-masing sesi diikuti 128 peserta, dengan durasi pengerjaan soal selama 100 menit.

Wabup Antok menyebut, Calon ASN itu untuk menutupi kekurangan formasi sejumlah 722 orang. Dengan rincian, CASN Kesehatan 200 orang, untuk teknis 45 orang, P3K Guru 385 orang dan P3K Kesehatan 92 orang. Khusus P3K Guru, tes dilakukan oleh pusat.

“Seleksi tes CASN ini untuk menutup formasi kekurangan yang pernah kita ajukan di tahun 2020 lalu” terang Wabup Antok. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Soroti Banyak Perda Belum Efektif, DPRD Jatim Dorong Evaluasi Menyeluruh

Ketua Bapemperda DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara Goa mendorong evaluasi menyeluruh terhadap perda yang telah ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Minta Pemerintah Lebih Serius Lindungi Peternak Ayam Petelur

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan meminta pemerintah lebih serius memperhatikan nasib peternak ayam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...
KRONIK

Ganjar Minta Legislator PDIP Jaga Uang Rakyat Agar Tidak Boncos dan Bocor

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengingatkan anggota Fraksi PDIP DPRD untuk mengawal penggunaan APBD secara ...