Kamis
04 Juni 2026 | 9 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Capaian Vaksinasi Kota Surabaya Masuk Level 1, tapi Diharuskan PPKM Level 3 karena Aglomerasi

pdip-jatim-wali-kota-surabaya-160921-eri-cahyadi

SURABAYA – Berbagai indikator termasuk capaian vaksinasi Covid-19 di Surabaya membuat kota Pahlawan turun pada kategori pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1. Namun karena terkendala keterkaitan wilayah sekitar Kota Surabaya (aglomerasi Surabaya Raya), maka diharuskan pada kategori level 3.

Asesmen situasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tanggal 14 September 2021 menetapkan Kota Surabaya berstatus level 1. Penetapan ini didasarkan setelah Surabaya berhasil memadahi enam indikator penilaian. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersyukur kotanya sudah berstatus level 1.

Alhamdulillah dari hasil asesmen Kementerian Kesehatan, Surabaya hari ini masuk ke level 1. Dari enam indikator itu, kita semuanya sudah memadahi,” kata Wali Kota Eri di Balai Kota Surabaya,” Kamis (16/9/2021).

Enam indikator penilaian tersebut, terbagi menjadi Transmisi Komunitas dan kapasitas Respon. Untuk Transmisi Komunitas, kasus konfirmasi per 100.000 penduduk di Surabaya saat ini 8,81 (tingkat 1). Lalu, Rawat Inap Rumah Sakit per 100.000 penduduk saat ini 3,43 persen (tingkat 1). Kemudian, angka kematian per 100.000 penduduk, berada di angka 0,65 (tingkat 1).

Sedangkan Kapasitas Respon, terdiri dari testing – % Positive Rate per Minggu di Surabaya di angka 0,41 (memadahi). Selanjutnya, tracing – rasio kontak erat/kasus konfirmasi per Minggu sekarang di angka 20,71 (memadahi). Kemudian untuk treatment – Bed Occupancy Rate (BOR) per Minggu sekarang di angka 14,54 (memadahi).

Atas kondisi ini, politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen di Kota Surabaya.

Alhamdulilahmatur nuwun (terima kasih) kepada semua warga Surabaya. Ini berkat perjuangan njenengan (anda) semua, termasuk stakeholder. Saya haturkan (ucapkan) banyak terima kasih, ayo kita jaga level 1 ini sehingga Surabaya bisa terus berkembang,” tuturnya.

Meski sudah berstatus level 1, berdasarkan asesmen situasi Covid-19 Kemenkes, tetapi menurut Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 42 Tahun 2021 tentang PPKM level 4,3,dan 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali, Kota Surabaya masih berada di level 3.

Eri Cahyadi menjelaskan bahwa dalam aturan Inmendagri yang baru, total capaian vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 1 lansia, menjadi salah satu indikator baru penurunan level. Untuk penurunan level kabupaten/ kota dari level 2 ke level 1, capaian total vaksinasi dosis 1 minimal 70 persen dan capaian vaksinasi dosis 1 lansia di atas 60 tahun minimal sebesar 60 persen.

“Vaksinasi dosis 1 di Kota Surabaya telah mencapai 101,32 persen, sedangkan vaksinasi dosis 2 mencapai 64,67 persen. Kemudian, untuk dosis 1 lansia mencapai 90,10 persen dan dosis 2 mencapai 78,76 persen,” ungkap dia.

Meskipun secara aturan Inmendagri capaian vaksinasi di Kota Surabaya sudah memenuhi, tetapi Surabaya masih di level 3. Hal ini karena Surabaya memiliki keterkaitan dengan wilayah aglomerasi (Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo). Artinya, capaian vaksinasi di Surabaya Raya juga menjadi indikator penurunan level.

Oleh sebab itu, Eri Cahyadi melakukan koordinasi dengan Bupati Gresik dan Bupati Sidoarjo untuk membantu melaksanakan percepatan vaksinasi.

“Kami juga koordinasi dengan Gresik dan Sidoarjo, karena kita aglomerasi. Sehingga kita akan bantu ke sana nakesnya (tenaga kesehatan) dengan vaksin yang mungkin akan ditambahkan oleh Kemenkes. Saya yakin, tidak lama (capaian vaksin) aglomerasi ini. Karena Surabaya bergantung pada Gresik, Sidoarjo dan sebaliknya,” ungkap dia.

Meski demikian, politisi yang akrab disapa Cak Eri ini tetap terus mengajak masyarakat Surabaya berjuang bersama mewujdkan Surabaya menjadi zona hijau. Cak Eri berharap kehidupan dan roda perekonomian masyarakat dapat segera normal.

“Terima kasih warga Surabaya. Kita terus berjuang bersama agar bisa zona hijau, harus kita wujudkan dalam waktu tidak lama. Agar ekonomi Surabaya bangkit dan semua normal kembali. Sehingga kebahagiaan warga Surabaya terwujud dan tidak lagi terhambat Covid-19,” pungkasnya. (yol/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur mengangkat isu pemanasan global dan perubahan iklim dalam Bimtek Fraksi ...
KRONIK

Jalur Sarangan dan Tinap Magetan Butuh Penanganan Segera

MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan ...
KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...
KRONIK

Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Manfaatkan Posko Makanan Gratis yang Disediakan Nila Yani Hardiyanti

GRESIK – Posko makanan gratis yang didirikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, ...
HEADLINE

319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali

Sebanyak 319 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimtek ...