Kamis
04 Juni 2026 | 7 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maryoto Salurkan Beasiswa Bagi Anak Yatim Akibat Covid, Ini Besarannya

pdip-jatim-210915-maryoto-beasiswa

TULUNGAGUNG – Sebanyak 65 anak yatim dan anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Tulungagung mendapat bantuan sembako dan beasiswa dari Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Rabu (15/9/2021).

Dalam acara pemberian sembako dan beasiswa yang dilakukan secara simbolis pada perwakilan anak yatim dan anak yatim piatu di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso tersebut, Maryoto sekaligus melaunching program Sapa Si Yatim.

Program Sapa Si Yatim ini merupakan akronim dari sehat, pemenuhan adminduk, psikososial, asuhan, sekolah dan infaq berkelanjutan bagi yatim.

“Ini merupakan kepedulian kami pada anak-anak yatim dan anak yatim piatu karena orangtuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Mereka butuh kepedulian dari kita pemerintah dan masyarakat,” terang Maryoto Birowo usai acara.

Menurut kader PDI Perjuangan ini, di Tulungagung sampai sekarang terdata 65 anak mulai dari usia SD/MI sampai jenjang SMA/SMK/MA  yang orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19. Mereka semua kini menjadi sasaran dari program Sapa Si Yatim.

Bagi anak yatim dan anak yatim piatu yang masih SD/MI diberi beasiswa masing-masing Rp 210 ribu per bulan. Kemudian yang SMP/MTs sebesar Rp 270 ribu per bulan dan SMA/SMK/MA sebesar 330 ribu per bulan.

Bupati Maryoto Birowo menyatakan program Sapa Si Yatim merupakan program berkelanjutan. Apalagi program ini juga didukung dan bersinergi dengan Baznas Tulungagung dan Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI).

“Kami berharap anak-anak yang ditinggal orangtuanya karena Covid-19 ini dapat tumbuh menjadi insan yang genius. Genius merupakan singkatan dari  gesit, empati, berani, unggul dan sehat dalam menggapai prestasi,” paparnya.

Dia memastikan dengan program Sapa Si Yatim, kebutuhan anak-anak tersebut dapat terpenuhi. Selain itu juga untuk memastikan kebutuhan lainnya berupa pendampingan psikososial, pendidikan, kesehatan dan pengasuhan dapat terpenuhi.

Data Pemkab Tulungagung menyebutkan dari 65 anak yatim atau anak yatim piatu di Kabupaten Tulungagung yang kehilangan orangtuanya akibat Covid-19 yang terbanyak berasal dari Kecamatan Kedungwaru dengan jumlah 10 anak.

Setelah itu disusul Kecamatan Kauman berjumlah sembilan anak dan Kecamatan Karangrejo sejumlah delapan anak. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...
KRONIK

Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Manfaatkan Posko Makanan Gratis yang Disediakan Nila Yani Hardiyanti

GRESIK – Posko makanan gratis yang didirikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, ...
HEADLINE

319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali

Sebanyak 319 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimtek ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Lari Pagi Sambil Nikmati Suasana di Pantai Cristo Rei Dili

DILI – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memanfaatkan waktu pagi, Kamis (4/6/2026), dengan ...
LEGISLATIF

Candra Ary Flanto Minta Pemkab Jember Jaga Tren Positif PAD Pariwisata pada 2026

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Flanto meminta Pemkab Jember menjaga tren positif PAD sektor pariwisata pada ...