Kamis
06 Agustus 2026 | 11 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maryoto Salurkan Beasiswa Bagi Anak Yatim Akibat Covid, Ini Besarannya

pdip-jatim-210915-maryoto-beasiswa

TULUNGAGUNG – Sebanyak 65 anak yatim dan anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Tulungagung mendapat bantuan sembako dan beasiswa dari Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Rabu (15/9/2021).

Dalam acara pemberian sembako dan beasiswa yang dilakukan secara simbolis pada perwakilan anak yatim dan anak yatim piatu di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso tersebut, Maryoto sekaligus melaunching program Sapa Si Yatim.

Program Sapa Si Yatim ini merupakan akronim dari sehat, pemenuhan adminduk, psikososial, asuhan, sekolah dan infaq berkelanjutan bagi yatim.

“Ini merupakan kepedulian kami pada anak-anak yatim dan anak yatim piatu karena orangtuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Mereka butuh kepedulian dari kita pemerintah dan masyarakat,” terang Maryoto Birowo usai acara.

Menurut kader PDI Perjuangan ini, di Tulungagung sampai sekarang terdata 65 anak mulai dari usia SD/MI sampai jenjang SMA/SMK/MA  yang orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19. Mereka semua kini menjadi sasaran dari program Sapa Si Yatim.

Bagi anak yatim dan anak yatim piatu yang masih SD/MI diberi beasiswa masing-masing Rp 210 ribu per bulan. Kemudian yang SMP/MTs sebesar Rp 270 ribu per bulan dan SMA/SMK/MA sebesar 330 ribu per bulan.

Bupati Maryoto Birowo menyatakan program Sapa Si Yatim merupakan program berkelanjutan. Apalagi program ini juga didukung dan bersinergi dengan Baznas Tulungagung dan Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI).

“Kami berharap anak-anak yang ditinggal orangtuanya karena Covid-19 ini dapat tumbuh menjadi insan yang genius. Genius merupakan singkatan dari  gesit, empati, berani, unggul dan sehat dalam menggapai prestasi,” paparnya.

Dia memastikan dengan program Sapa Si Yatim, kebutuhan anak-anak tersebut dapat terpenuhi. Selain itu juga untuk memastikan kebutuhan lainnya berupa pendampingan psikososial, pendidikan, kesehatan dan pengasuhan dapat terpenuhi.

Data Pemkab Tulungagung menyebutkan dari 65 anak yatim atau anak yatim piatu di Kabupaten Tulungagung yang kehilangan orangtuanya akibat Covid-19 yang terbanyak berasal dari Kecamatan Kedungwaru dengan jumlah 10 anak.

Setelah itu disusul Kecamatan Kauman berjumlah sembilan anak dan Kecamatan Karangrejo sejumlah delapan anak. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Pertumbuhan Ekonomi 5,29% Ditopang Faktor Musiman, Industri dan Pertanian Harus Diwaspadai

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menilai pertumbuhan ekonomi 5,29 persen ditopang faktor musiman, namun ...
KRONIK

Sinung PDIP Desak Jalur Gunung Piramid Ditutup Sementara, Usai Dua Pendaki Tewas

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mendesak pemerintah menutup sementara jalur pendakian ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Tanamkan Nilai Kepemimpinan Berbasis Pancasila kepada Siswa Sekolah Rakyat

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan berbasis ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Salurkan 216 Alsintan dan Irigasi Perpompaan untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kediri

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyalurkan 216 unit bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ...
KRONIK

Panitia Soekarno Cup 2026 Pastikan Persiapan Mencapai Seratus Persen

SURABAYA – Panitia Soekarno Cup 2026 menyatakan kesiapan penuh menjelang pembukaan turnamen yang akan menyajikan ...
KRONIK

Hj. Ansari Tegaskan Dana Haji Tidak Mengendap: Dikelola Transparan dan Berbasis Syariah

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Jatim XI (Madura), Hj. Ansari, mengajak masyarakat Madura untuk ...