Sabtu
02 Mei 2026 | 6 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tes CPNS Pemkab Kediri, Nakes dan Guru Terbanyak Peminatnya

pdip-jatim-210911-tes-cpns-kediri-kab--1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar bagi ribuan CPNS di Convention Hall Simpang Lima Gumul. Tes seleksi ini telah memasuki hari keempat (terakhir).

Menurut Hanindhito, tercatat sudah ada 2.666 pendaftar. Mereka tidak hanya berasal dari Kediri, melainkan juga dari luar Kota.

Dari peserta yang sudah mendaftar mengikuti seleksi, jika dipersentase yang tidak hadir mencapai sekitar 20 – 30 persen.

Bupati berusia 29 tahun ini mengaku tidak tahu secara pasti alasan apa yang melatar belakangi peserta untuk tidak hadir dalam seleksi. Bagi peserta yang tidak hadir, secara otomatis dicoret didiskualifikasi oleh sistem.

“Saya berdiskusi dengan bapak kepala Dinas BKD, bahwa ternyata terjadi anomali. Saya tidak tahu alasannya kenapa. Pak Kepala Dinas masih mencari tahu karena yang tidak hadir sebesar 20 -30 persen. Mungkin ada yang terlambat dan sebagainya,” katanya, Sabtu (11/9/2021).

Kader PDI Perjuangan ini menyebut formasi tenaga ASN yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Kediri sekitar 600 orang. Dengan jumlah peserta yang ada sekarang, dia menyebut peminat yang mendaftar dikatakan cukup banyak.

Dari sekian banyak formasi yang dibutuhkan, yang paling sedikit peminatnya adalah dokter spesialis. Sementara yang paling banyak tenaga kesehatan (nakes) dan guru.

Bupati yang akrab disapa Mas Bup ini pun sempat memberikan motivasi kepada para peserta.

“Semoga hasil tes panjenengan semua baik dan jadi yang terbaik. Kalaupun tidak jadi ASN, Anda akan jadi yang lebih baik di tempat yang lain nanti,” tuturnya.

Dalam rekrutmen CPNS di lingkungan Pemkab Kediri ini, pelayanan swab gratis juga diberikan kepada calon peserta. Sebab, hasil swab antigen tersebut juga menjadi salah persyaratan mengikuti seleksi kompetensi dasar.

Sedangkan, para calon ASN yang terkonfirmasi positif pun tetap diberikan fasilitas yang sama.

Hanya saja mereka yang terpapar positif Covid-19 diberikan tempat terpisah. Agar mereka tetap bisa mengikuti seleksi kompetensi dasar dengan hasil yang maksimal. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Untari Dorong Kejar Paket A, B, C untuk Tingkatkan Lama Sekolah di Jatim

Sri Untari dorong program kejar paket A, B, C untuk tingkatkan lama sekolah di Jawa Timur yang masih 13,44 tahun. ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Apresiasi Peran Pesantren Al Ma’arif Udanawu Cetak Generasi Berkarakter

Bupati Blitar Rijanto apresiasi MA Ma’arif Udanawu dan Ponpes Al Ma’arif dalam mencetak generasi berkarakter dan ...
HEADLINE

Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim

Deni Wicaksono soroti ketimpangan pendidikan dan tantangan digital di Jawa Timur pada Hardiknas 2026. SURABAYA — ...
KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...