Senin
03 Agustus 2026 | 2 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tes CPNS Pemkab Kediri, Nakes dan Guru Terbanyak Peminatnya

pdip-jatim-210911-tes-cpns-kediri-kab--1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar bagi ribuan CPNS di Convention Hall Simpang Lima Gumul. Tes seleksi ini telah memasuki hari keempat (terakhir).

Menurut Hanindhito, tercatat sudah ada 2.666 pendaftar. Mereka tidak hanya berasal dari Kediri, melainkan juga dari luar Kota.

Dari peserta yang sudah mendaftar mengikuti seleksi, jika dipersentase yang tidak hadir mencapai sekitar 20 – 30 persen.

Bupati berusia 29 tahun ini mengaku tidak tahu secara pasti alasan apa yang melatar belakangi peserta untuk tidak hadir dalam seleksi. Bagi peserta yang tidak hadir, secara otomatis dicoret didiskualifikasi oleh sistem.

“Saya berdiskusi dengan bapak kepala Dinas BKD, bahwa ternyata terjadi anomali. Saya tidak tahu alasannya kenapa. Pak Kepala Dinas masih mencari tahu karena yang tidak hadir sebesar 20 -30 persen. Mungkin ada yang terlambat dan sebagainya,” katanya, Sabtu (11/9/2021).

Kader PDI Perjuangan ini menyebut formasi tenaga ASN yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Kediri sekitar 600 orang. Dengan jumlah peserta yang ada sekarang, dia menyebut peminat yang mendaftar dikatakan cukup banyak.

Dari sekian banyak formasi yang dibutuhkan, yang paling sedikit peminatnya adalah dokter spesialis. Sementara yang paling banyak tenaga kesehatan (nakes) dan guru.

Bupati yang akrab disapa Mas Bup ini pun sempat memberikan motivasi kepada para peserta.

“Semoga hasil tes panjenengan semua baik dan jadi yang terbaik. Kalaupun tidak jadi ASN, Anda akan jadi yang lebih baik di tempat yang lain nanti,” tuturnya.

Dalam rekrutmen CPNS di lingkungan Pemkab Kediri ini, pelayanan swab gratis juga diberikan kepada calon peserta. Sebab, hasil swab antigen tersebut juga menjadi salah persyaratan mengikuti seleksi kompetensi dasar.

Sedangkan, para calon ASN yang terkonfirmasi positif pun tetap diberikan fasilitas yang sama.

Hanya saja mereka yang terpapar positif Covid-19 diberikan tempat terpisah. Agar mereka tetap bisa mengikuti seleksi kompetensi dasar dengan hasil yang maksimal. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Bangkalan Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BANGKALAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang ...
KRONIK

HUT ke-11 Asosiasi BPD, Erma Harap Semakin Solid dan Inspiratif

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengucapkan selamat HUT ke-11 ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Temui Sopir Angkot Malang, Dewanti Dorong Dialog Cari Solusi Trans Jatim Koridor II

DPRD Jatim akan menemui sopir angkot Malang Raya yang menolak Trans Jatim Koridor II. Dewanti Rumpoko mendorong ...