Senin
15 Juni 2026 | 12 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Siap Tidak Populer

pdip jatim - Jokowi - Kagama

pdip jatim - Jokowi - Kagama - setkabJAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan siap tidak populer terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dia berpendapat, akan lebih baik jika subsidi BBM dialihkan ke sektor produktif.

“Saya jadi pemimpin bukan untuk populer kok. Itu tanggung jawab pemimpin. Kebijakan pasti ada risikonya,” tandas Jokowi di depan peserta Musnas Kagama di Kendari, Kamis (6/11/2014).

Selama lima tahun terakhir, ungkap Jokowi, subsidi BBM mencapai Rp 714 triliun. Dia membandingkan anggaran untuk kesehatan dan infrastruktur. “Anggaran kesehatan Rp 202 triliun dan infrastruktur sebesar Rp 577 triliun, ini masih kalah dari BBM bersubsidi,” jelasnya.

Dia khawatir dengan APBN 2015 yang hanya sekitar Rp 2.019 triliun tidak akan cukup untuk membawa perubahan apabila subsidi BBM tidak dialihkan ke sektor produktif. Jokowi menyebut apabila tak ada perubahan, maka lebih dari setengah uang negara justru habis untuk BBM dan membayar utang luar negeri beserta bunganya.

Meski demikian, soal rencana kenaikan BBM ini, menurut Jokowi, masih dihitung matang. “Masih kita hitung menunggu kalkulasi matang dan kartu perlindungan sosial terdistribusi lancar,” ucapnya.

3 Kartu Sudah Dianggarkan

Sementara, soal sumber pendanaan tender penerbitan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), kata Jokowi, bisa di-cek di kementerian keuangan. Pernyataan ini dia sampaikan menanggapi pernyataan kalangan DPR seputar anggaran pembuatan fisik KIS, KIP, dan KKS. Dewan juga menyatakan, pengalokasian anggarannya belum dikomunikasikan dengan parlemen.

Menurut Jokowi, anggaran untuk tiga kartu itu sudah masuk APBN. “Ya coba dicek ke kementerian keuangan. Kalau sudah keluar ya mestinya ada dananya. Tanyakan ke kemenkeu,” kata Jokowi.

Dia lalu mengeluhkan kritik yang dilontarkan anggota dewan selama ini. Menurut dia, pemerintah ingin bekerja cepat sesuai harapan banyak orang. Namun, ujar dia, meski pemerintah sudah bekerja cepat tetapi DPR tetap saja mengritik.

“Kita ini ya, maunya kerja cepat, kerjanya cepat. Kalau kerja lambat nanti begini (sambil tangannya memeragakan gerakan simbol orang bicara). Eh, sudah kerja cepat masih begini juga (melakukan gerakan yang sama),” ucapnya.

Kalau misalnya konsultasi ke DPR, menurutnya, kondisi DPR saat ini belum memungkinkan. “Ke DPR saya harus ke mana? Ketemu dengan siapa? Ke komisi yang mana? Alat kelengkapan dewan yang mana? Apa saya harus menunggu terus?” tandasnya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Istana Gebang Disiapkan Jadi Ruang Edukasi Kebangsaan Ramah Gen Z

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyiapkan Istana Gebang sebagai ruang edukasi kebangsaan yang ramah bagi Generasi Z. ...
KRONIK

Ke Blitar, Megawati Berziarah Penuh Haru Didampingi Putra, Cicit, dan Ratusan Kader PDI Perjuangan

BLITAR – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, pada Minggu (14/6/2026) sore. Megawati ...
LEGISLATIF

Zulham Mubarrok Minta Audit Menyeluruh atas 32 Dapur MBG di Kabupaten Malang yang Disuspend BGN

Anggota DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok mendesak dugaan pelanggaran prosedur operasional 32 dapur MBG ...
KRONIK

Kedatangan Megawati di Blitar Disambut Meriah, Warga Titip Harapan Perbaikan Ekonomi

Kedatangan Megawati Soekarnoputri di Kota Blitar disambut meriah ratusan kader dan masyarakat. PAC PDI Perjuangan ...
KABAR CABANG

Mengenang Jejak Bung Karno di Bojonegoro Tahun 1957

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar rangkaian kegiatan ...
HEADLINE

Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Said Abdullah: Bentuk Bakti Seorang Anak kepada Ayahnya

Megawati Soekarnoputri berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar dalam rangka Bulan Bung Karno. Said Abdullah ...